nusabali

Pilkada Buleleng, PDIP Usul 7 Nama

Tokoh Buleleng Berkumpul, Siap Kawal Pembangunan

  • www.nusabali.com-pilkada-buleleng-pdip-usul-7-nama

Supriatna mengaku belum tahu apakah PDIP akan mengusung paket kader-kader atau berkoalisi dengan partai atau bakal calon dari luar partai di Pilkada nanti

SINGARAJA, NusaBali - Partai Politik (parpol) mulai berpacu untuk mempersiapkan pertarungan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Termasuk DPC PDI Perjuangan (PDIP) Buleleng. Meski belum memutuskan siapa pasangan bakal Calon Bupati-Calon Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) yang akan diusung di Pilkada Buleleng 2024, namun PDIP Buleleng sudah mengusulkan sebanyak tujuh nama kader potensial untuk diusung ke DPD PDIP Bali. 

Tujuh kader yang berpotensi maju ke Pilkada Buleleng tersebut disepakati melalui rapat koordinasi yang berlangsung pekan lalu. Nama-nama yang diunggulkan dan diusulkan ke DPD PDI Bali itu, yakni dr I Nyoman Sutjidra (Wakil Bupati dua periode 2013-2018 dan 2018-2023), Gede Supriatna (Ketua DPRD Buleleng), dr Ketut Putra Sedana (Wakil Ketua DPC PDIP Buleleng), Gusti Ayu Aries Sujati (Anggota DPRD Bali), Ketut Rochineng (Anggota DPRD Bali/mantan birokrat Pemprov Bali), Kadek Setiawan (Anggota DPRD Bali), dan Wayan Masdana (Anggota DPRD Buleleng dapil 3 Kecamatan Kubutambahan).

Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna ditemui, Selasa (16/4) mengatakan usulan enam nama kader potensial itu diputuskan dalam rapat DPC yang dihadiri juga oleh PAC PDIP di 9 Kecamatan se-Buleleng. Prosedur pendataan dan penjaringan nama-nama kader potensial maju ke Pilkada Buleleng sesuai dengan instruksi DPP kepada seluruh DPD dan DPC di daerah yang melangsungkan Pilkada.

“Nama-nama ini muncul dari hasil pemetaan dan penjaringan yang dilakukan DPC dan PAC di Buleleng. Nanti akan dibawa ke DPD untuk dibahas. Kemudian dari DPD akan mengusulkan ke DPP yang sekiranya bisa menjadi pertimbangan dalam pengkajian dan pertimbangan politik untuk penerbitan rekomendasi,” ungkap Supriatna.

DPC PDIP Buleleng disebut Supriatna memutuskan untuk mengusulkan nama perorangan tidak nama paket bakal calon. Sebab keputusan dan penentuan bakal calon yang akan diusung PDIP sepenuhnya ada di tangan DPP. Supriatna juga mengaku tidak tahu pasti untuk Pilkada 2024, apakah PDIP Buleleng akan mengusung paket kader-kader atau memilih berkoalisi dengan partai atau bakal calon dari luar partai. “Koalisi atau tidak kami masih menunggu arahan dan kebijakan DPD serta DPP, yang jelas kami petakan dulu calon-calon yang akan kita dorong ke Pilkada,” imbuh politisi asal Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng ini. 

Sementara sejumlah tokoh yang sebagian disebut-sebut dalam bursa kandidat Calon Bupati-Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) di Pilkada Buleleng 2024 diajak duduk bersama, di ruang pertemuan SMA Taruna Mandara, Selasa siang kemarin. Pertemuan ini diinisiasi oleh Anggota DPD RI asal Dapil Bali, Made Mangku Pastika. Para tokoh ini diajak membangun komitmen bersama untuk mendukung pembangunan Buleleng yang lebih baik.


Sejumlah tokoh yang hadir itu, di antaranya Nyoman Sugawa Kory (Ketua DPD I Golkar Bali), dr I Nyoman Sutjidra (mantan Wabup Buleleng dua periode), Gede Supriatna (Ketua DPRD Buleleng/PDIP), Dewa Nyoman Sukrawan (politisi Demokrat), Nyoman Tirtawan, Dr Gede Suardana, dan Ni Luh Ari Pertami Djelantik (anggota DPD RI terpilih periode 2024-2029). Selain itu juga hadir sejumlah akademisi perguruan tinggi di Buleleng dan beberapa tokoh masyarakat. Dalam diskusi tersebut muncul sejumlah pandangan pada bakal calon dan juga tokoh masyarakat tentang harapan pemimpin Buleleng ke depan.

Mangku Pastika ditemui usai pertemuan menyebut upaya mempertemukan tokoh di Buleleng masih sangat awal. Hanya saja pertemuan kemarin menurutnya untuk menggugah rasa jengah sebagai orang Buleleng yang menurutnya mulai luntur akhir-akhir ini.

“Saya ingin bangkitkan rasa jengah teman-teman yang potensial maju di Pilkada Buleleng. Buleleng dengan luas teritorial, SDM yang melimpah. Namun tidak bisa dipungkiri masih ada hambatan. Mari kita jujur dan rendah hati koreksi dan introspeksi itu,” ujar Gubernur Bali dua periode (2008-2013 dan 2013-2018) ini.

Dia pun berharap pertemuan dan diskusi ini menjadi semakin intens untuk membawa Buleleng ke arah yang lebih baik. Mangku Pastika pun menyebut siapapun nanti yang menang menjadi Bupati-Wakil Bupati Buleleng harus didukung seluruh masyarakatnya. 

“Yang lain yang tidak terpilih tolonglah jadi watchdog bukan jadi ‘anjing’ tapi jadi pengawas agar pemerintah demokratis, transparan, akuntabel dan partisipasi publiknya tinggi. Orang Buleleng terbuka kalau tidak setuju diungkapkan dan kasih jalan keluarnya,” papar pria yang juga asal Buleleng ini. Sementara itu dari diskusi yang berjalan Sugawa Korry sebagai kandidat Cabup Buleleng dari Golkar menyebut sudah saatnya Buleleng berbenah. 

Menurutnya, dari beberapa sumber, pembangunan Buleleng justru mengalami kemunduran. Padahal sejarah mencatat Buleleng pernah menjadi daerah termaju di Bali. Tetapi pelan dan pasti semua kekuatan Buleleng di bidang pendidikan dan ekonomi dipindahkan ke selatan. “Sistem pemilu langsung ini, banyak orang ingin dapat tepuk tangan yang cepat, yakni dengan berikan hibah. Bukan membangun secara konseptual,” ungkap Sugawa Korry.

Selanjutnya Gede Suardana caleg DPD RI di Pileg 2024 yang belum berhasil lolos menginginkan Pilkada ini dapat memadukan pemimpin senior dan pemimpin muda. Hal ini menurutnya penting untuk regenerasi kepemimpinan Buleleng. “Kombinasi pemimpin tua dan muda harus ada, kalau tidak dilakukan, 20 tahun ke depan kita akan kehilangan sosok pemimpin,” terang Suardana. Di tempat sama Dewa Nyoman Sukrawan yang pernah ikut kontestasi Pilkada Buleleng 2017, berharap dalam Pilkada 2024 ini muncul lebih dari 3 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. Semakin banyaknya peserta kontestasi akan membuat kualitas pemimpin yang terpilih lebih baik.

“Saya menantang tokoh-tokoh Buleleng untuk maju di Pilkada. Saya juga mengajak teman-teman yang ada di sini ada yang akan lahir jadi Bupati Buleleng ke depannya yang mampu membuat terobosan lebih baik dari yang sekarang,” kata politisi asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng ini. 7 k23

Komentar