nusabali

Bangunan Inti Turyapada Tower Sudah 100 Persen

Pemprov Bali Lanjutkan Bangunan Penunjang

  • www.nusabali.com-bangunan-inti-turyapada-tower-sudah-100-persen

SINGARAJA, NusaBali - Bangunan inti proyek Turyapada Tower di wilayah Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, sudah tuntas 100 persen. Namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali masih menganggarkan kembali untuk pembangunan lanjutan penunjang bangunan melalui APBD Provinsi Bali Tahun 2024 ini. Tower telekomunikasi yang dibangun menyamai Menara Eiffel di Paris, Prancis ini ditargetkan dapat tuntas tahun 2025 mendatang.

Ha tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra saat mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya melakukan kunjungan kerja ke Turyapada Tower, Senin (8/4). Menurut Dewa Indra, Pemprov Bali tahun 2024 masih tetap menganggarkan pembangunan tahap II Turyapada Tower. Meskipun pada tahun 2023 lalu, Provinsi Bali sedang dihadapkan pada persoalan fiskal daerah dengan defisit cukup besar.

“Progres bangunan inti sudah 100 persen. Tahun ini sedang dilanjutkan pembangunan pendukung lain, seperti parkir, toilet, restoran, pertamanan dan lainnya. Mudah-mudahan 2025 mendatang sudah bisa tuntas semua tahapan sesuai dengan perencanaan awal,” ungkap Dewa Indra.

Pejabat asal Buleleng ini tak memungkiri target penuntasan proyek Turyapada Tower molor dari target sebelumnya yang direncanakan dibangun dalam 2-3 tahun anggaran. Sebab di tahun 2023 lalu, kondisi fiskal Pemprov Bali mengalami defisit anggaran cukup besar. Anggaran 2024 kita prioritaskan dulu kewajiban yang belum terselesaikan di tahun 2023. Tetapi Turyapada Tower tetap kita pasang anggaran, karena proses pembangunan tidak bisa dengan sekali dalam satu kali penganggaran,” imbuh dia.


Proyek Turyapada Tower yang diinisiasi Gubernur Bali Wayan Koster untuk memberikan pelayanan komunikasi penuh untuk wilayah Bali timur, Bali utara dan Bali barat. Terutama memenuhi janji politiknya terkait keinginan masyarakat Buleleng dapat menikmati siaran pertandingan Piala Dunia, karena terhalang kondisi geografis. Bangunan inti Turyapada Tower setinggi 115 meter di atas bukit diperkuat dengan struktur tiang pancang berdiameter 15 meter dan ditancapkan pada kedalaman 25 meter di dalam tanah. Sedangkan pada podium tower, juga akan diperkuat dengan tiang pancang dengan kombinasi ukuran diameter 60-80 centimeter.

Teknik bangunan yang dirancang tahan gempa, badai angin kencang dan daya tahan 500 tahun ini membuat pengerjaannya ekstra hati-hati dan teliti. Tower kelas dunia ini dibangun dengan total anggaran Rp 331 miliar, akan dituntaskan dalam beberapa tahap. Turyapada Tower dibangun Pemerintah Provinsi Bali dengan bantuan anggaran dari pemerintah pusat, diperuntukkan tak hanya menjadi solusi siaran televisi digital yang merata di Bali. 

Tetapi juga akan difungsikan sebagai menara telekomunikasi tercanggih kelas dunia. Mega proyek ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas planetarium, restoran putar 360 derajat, skywalk, jembatan kaca, taman buah, taman bunga, glamping. Kawasan Taman Komunikasi Turyapada Tower ini kedepannya dirintis untuk pengembangan destinasi wisata di Bali utara. 7 k23

Komentar