nusabali

Film Jayaprana Layonsari Tembus 4.232 Penonton

Selama Sepekan Tayang di Sejumlah Bioskop Nasional

  • www.nusabali.com-film-jayaprana-layonsari-tembus-4232-penonton

DENPASAR, NusaBali - Tayang sepekan di jaringan bioskop nasional Cinema XXI dan Cinepolis, film besutan sineas Bali, Jayaprana Layonsari, masih bertahan naik layar. Memasuki hari ketujuh Jayaprana Layonsari berhasil meraup 4.232 penonton.

Film diangkat dari cerita rakyat Bali tayang di jaringan bioskop nasional Cinema XXI. Ada dua bioskop Cinema XXI dan dua bioskop Cinepolis di Bali yang menayangkan Jayaprana dan Layonsari. Di luar itu, tiga bioskop Cinema XXI di Jakarta dan satu bioskop Cinema XXI di Lombok, NTB juga turut menayangkan kisah cinta sejati itu. 

“Ini luar biasa, karena film para sineas Bali bisa menembus Cinema XXI dan Cinepolis di sembilan tempat,” ujar sang sutradara Putu Satria Kusuma, Jumat (5/4). Meski demikian, hingga hari ketujuh, hanya tiga bioskop yang masih bertahan menayangkan Jayaprana Layonsari, yakni dua bioskop Cinema XXI di Denpasar dan satu bioskop Cinepolis di Kuta. 

Satria menuturkan, pihaknya tidak menargetkan berapa jumlah penonton Jayaprana Layonsari. Apalagi film yang digarapnya tidak menggunakan aktor dan aktris berlabel bintang. Sejak semula niatan film ini sebagai pemantik perfilman di Bali semakin bisa berkembang. “Apa yang kita raih sekarang sebuah modal saya sudah punya nama di Cinema XXI. Kalau pemula sulit masuk ke sana,” tutur Satria. Satria menjanjikan, ia dan rekannya Putu Kusuma Wijaya sebagai duet sutradara, akan menyiapkan film berikutnya. 

Film berikutnya juga tidak jauh dari mengangkat cerita rakyat Bali dan menggandeng para sineas Bali berbakat. “Dari sini kita bisa tahu untuk membuat film lokalan penonton di Bali saja maka harus membuat film seharga berapa, supaya bisa balik modal,” ucapnya. Terpisah, Produser Jayaprana Layonsari yang juga Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama juga menyampaikan cukup terkejut dengan animo masyarakat menonton Jayaprana Layonsari. Ia pun menegaskan, film Jayaprana Layonsari tidak diniatkan mencari keuntungan finansial. 

“Misi saya bagaimana budaya Bali yang penuh dengan nilai-nilai kepahlawanan dan kesetiaan bisa mengalir tidak luntur di masyarakat Bali khususnya anak-anak muda,” tuturnya. Menurutnya, sangat penting mengangkat cerita rakyat Bali ke dalam media populer seperti film. Ia menyebut gempuran film-film asal luar khususnya Korea Selatan justru berhasil menarik generasi muda Bali. “Ternyata di tengah-tengah kegandrungan dengan film itu, kita sela dengan film lokal Bali yang berbahasa Bali ini ternyata masih ada peminatnya. Itu membawa saya tambah semangat sebagai produsernya,” tambah Adi Wiryatama. 

Adi Wiryatama menambahkan, film Jayaprana Layonsari akan terus diperkenalkan ke hadapan generasi muda Bali. Pihaknya akan mengunjungi sekolah-sekolah hingga ke desa-desa setelah Jayaprana Layonsari turun layar di bioskop. “Mungkin nanti misbar alias layar tancap saja, kita pikirkan, sedang mencari dananya untuk bisa ditonton secara gratis nanti,” tandasnya. 7 a 

Komentar