nusabali

Sambut Nyepi, Krama Banjar Suwung Batan Kendal Laksanakan Tradisi Meprani

  • www.nusabali.com-sambut-nyepi-krama-banjar-suwung-batan-kendal-laksanakan-tradisi-meprani
  • www.nusabali.com-sambut-nyepi-krama-banjar-suwung-batan-kendal-laksanakan-tradisi-meprani
  • www.nusabali.com-sambut-nyepi-krama-banjar-suwung-batan-kendal-laksanakan-tradisi-meprani
  • www.nusabali.com-sambut-nyepi-krama-banjar-suwung-batan-kendal-laksanakan-tradisi-meprani

DENPASAR, NusaBali.com - Suasana khusyuk sekaligus guyub menyelimuti Balai Banjar Suwung Batan Kendal, pada Minggu (10/3/2024), saat tradisi Meprani kembali dijalankan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946. Acara yang diadakan setiap tahun ini menjadi momen yang penuh makna bagi krama Suwung Batan Kendal, Desa Sesetan, Denpasar Selatan.

Ketua Yayasan Suwung Batan Kendal, Ketut Sukita, menjelaskan dalam rangkaian upacara meprani tersebut juga menunjukkan rasa berbagi kebersamaan yang kuat antara warga banjar yang satu dengan lainnya. 

“Saling maaf-memaafkan menimbulkan rasa guyub, rukun, sehingga memunculkan rasa persatuan yang kuat dalam kehidupan masyarakat banjar,” ujar Sukita.

Tradisi yang diikuti warga setempat ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan juga sebuah ungkapan syukur dan doa keselamatan yang dilakukan setiap hari pangerupukan.

Setelah melakukan persembahyangan bersama, sekitar 200 warga duduk rapi berjajar saling berhadapan dengan membawa nampan berisikan makanan dan minuman.  Keakraban, keguyuban penuh rasa syukur memancar dari kegiatan tahunan ini.

Menurut Ida Bagus Wika Sudarta, Sekretaris Yayasan Suwung Batan Kendal, Meprani adalah cara untuk mengucapkan terima kasih kepada alam dan segala makhluk hidup yang telah membantu dalam kelangsungan hidup manusia. 

"Dalam prani itu ada makhluk hidup, tumbuhan, dan hewan. Intinya rasa syukur kepada Tuhan dan terima kasih karena sudah menganugerahkan bumi dan isinya," paparnya.

Sejarah panjang Meprani telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Bali. Menurut I Wayan Suwirta, Kelian Banjar Suwung Batan Kendal, tradisi ini sudah dilihatnya sedari kanak-kanak. "Tradisi selalu dijalankan setiap hari pangerupukan," katanya.

Namun, Meprani tidak hanya sekadar upacara keagamaan. Yayasan Suwung Batan Kendal telah menjadikan tradisi ini sebagai momentum untuk memperkuat komunitas dan meningkatkan kesejahteraan bersama. 


Melalui yayasan, berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan, termasuk pembentukan unit-unit usaha dan pemberian insentif bagi warga.

Karena itulah pada kesempatan berbahagia tersebut, juga diserahkan penyerahan bantuan beras masing-masing 10 kilogram bagi 250 kepala keluarga.

Lalu ada pemberian voucher belanja kebutuhan pokok sebesar Rp 250 ribu bagi warga banjar adat Suwung Batan Kendal. “Bisa digunakan belanja di Pasar Suwung Batan Kendal,” terang Ketut Sukita.

Sementara itu para yowana yang tergabung dalam Sekaa Teruna (ST) Dharma Gargita menerima bantuan dana untuk pembuatan ogoh-ogoh dan menyambut Tahun Baru Caka 1946. Sebesar Rp 5 juta diserahkan dari pihak Banjar Suwung Batan Kendal, dan Rp 5 juta lainnya diserahkan oleh Yayasan Suwung Batan Kendal.

Komentar