nusabali

Pencalegan Sempat Gabeng, Wirya Lolos DPRD Bali

  • www.nusabali.com-pencalegan-sempat-gabeng-wirya-lolos-dprd-bali

TABANAN, NusaBali - Karier politik politisi Golkar yang caleg incumbent DPRD Bali, I Nyoman Wirya di Pileg 2024 kembali moncer. Setelah sebelumnya dalam pencalegan namanya sempat digantung bahkan nyaris tak masuk dalam daftar caleg, kini dia diprediksi lolos ke DPRD Bali dari Dapil Tabanan dengan raihan 14.000-an suara.

Di Dapil Tabanan untuk Partai Golkar ada enam caleg yang didaftarkan sesuai dengan kuota kursi yang diperebutkan di Pemilu 2024, yakni Dewa Made Suamba Negara, Ni Made Meliani, I Nyoman Wirya, I Made Ardjana, I Made Wijaya Kusuma, dan Ni Made Sri Wahyuni. Jika benar lolos, berarti Wirya menyingkirkan rekannya salah satunya I Made Suamba Negara. Suamba Negara saat ini adalah Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Bali. Politisi asal Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan ini juga mantan Sekretaris DPD I Golkar Bali di era Tjokorda Gede Budi Suryawan, dan mantan anggota Fraksi Golkar DPRD Bali 2004-2009.

Selanjutnya ada caleg new comer Ni Made Meliani yang juga diprediksi tersingkir. Meliani adalah srikandi Golkar Tabanan yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Tabanan. Politisi asal Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan ini merupakan anggota DPRD Tabanan selama 3,5 periode. Wirya melenggang ke DPRD Provinsi Bali bersama empat caleg PDIP dan satu caleg dari Partai Gerindra.

Adapun empat caleg dari PDIP yang diprediksi lolos ke DPRD Bali, adalah I Ketut Purnaya (48.426), Ni Made Usmantari (43.325), I Ketut ‘Boping’ Suryadi (40.955) dan I Made Supartha (25.678). Sementara dari Partai Gerindra yang diprediksi lolos masih caleg incumbent, yakni I Gde Ketut Nugrahita Pendit alias Tut Jay (19.700).  

Sayangnya meskipun Golkar berhasil merebut satu kursi di DPRD Bali, namun pada raihan kursi di DPRD Tabanan tak berbuah manis. Golkar harus kehilangan satu kursi pada Dapil I (Tabanan-Kerambitan). Sehingga yang masih bisa mempertahankan kursi adalah empat caleg yang semuanya incumbent. Mereka masing-masing, I Made Asta Darma Dapil I (Tabanan-Kerambitan), I Ketut Budi Adnyana Dapil II (Selemadeg Raya-Pupuan), I Nyoman Wirama dari Dapil III (Penebel-Baturiti), dan I Wayan Gindera dari Dapil IV (Kediri-Marga). 

Dikonfirmasi terpisah Wirya mengatakan data hasil Pileg tahun 2024 belum final. Untuk itu dia sendiri belum bisa menyebutkan secara gamblang. “Ya tunggu dulu plenonya. Saya kira wartawan sudah lebih banyak tahu,” ujarnya sembari tertawa ketika dikonfirmasi, Rabu kemarin. Dia menyebutkan untuk raihan kursi di DPR Bali dari Golkar berhasil meraih satu kursi di Dapil Tabanan. Sementara raihan kursi di DPRD Tabanan diakui memang Golkar kehilangan satu kursi untuk di Dapil I. “Iya kita di Dapil I memang hilang satu, kita kalah di hitungan kursi ke 10. Sementara untuk incumbent masih bisa bertahan,” tandas Wirya yang juga Ketua DPD II Golkar Tabanan ini. 

Sebelumnya pencalonan Wirya pada Pileg 2024 sempat diwarnai drama. Sebagai anggota DPRD Bali dari Dapil Tabanan atau incumbent justru namanya tak didaftarkan nyaleg lagi ke DPRD Provinsi Bali, namun diplot didaftarkan ke DPRD Tabanan alias turun kelas. Hanya saja saat pendaftaran caleg ke KPU Tabanan, politisi asal Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan ini justru tak didaftarkan sebagai Bacaleg ke DPRD Tabanan. Kondisi ini pun membuat nama Nyoman Wirya sempat gabeng alias tak jelas dalam pencalegannya.
 
Pada saat itu Wirya menegaskan menolak dicalonkan turun kelas karena berbagai pertimbangan. Salah satunya dia sendiri telah tiga periode menduduki kursi di DPRD Bali. Namun setelah menunggu cukup lama, keputusan dari DPP Golkar akhirnya keluar dan Wirya masuk di daftar calon dan masuk di nomor urut tiga. 7 des

Komentar