nusabali

ODHIV Bisa Sembuh, Pendataan Jadi Tantangan

  • www.nusabali.com-odhiv-bisa-sembuh-pendataan-jadi-tantangan

DENPASAR, NusaBali.com - Penanganan HIV/AIDS berbasis desa/kelurahan masih menemui tantangan berupa pendataan ODHIV (orang dengan HIV). Ketua Kader Desa Peduli AIDS dan Narkoba (KDPAN) Desa Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar I Gede Eka Santika menyampaikan, identitas ODHIV sulit diketahui karena berkaitan dengan privasi masing-masing individu.

“Kami bingung, padahal kader siap memfasilitasi. Ini perlu keterbukaan, dan kader di desa sudah siap dalam membantu dari sisi akses pelayanan kesehatan hingga obat,” ujarnya dalam diskusi Forum Peduli AIDS (FPA) bersama media di Denpasar, Sabtu (2/12/2023). 

ODHIV kerap menyembunyikan penyakitnya, sehingga menyulitkan pendataan dan pemberian bantuan kesehatan dari pemerintah. Desa Dauh Puri Kelod sendiri sudah membentuk KDPAN sejak tahun 2019. 

Beberapa kegiatan telah dilakukan dalam penanganan HIV/AIDS. Sosialisasi, edukasi, hingga penyusunan anggaran telah dilakukan untuk penanggulangan HIV/AIDS dan narkoba. "Sudah terbentuk 30 kader,” kata Nyoman Mardika salah satu kader. 

Stigma yang dialami ODHIV memang menjadi salah satu penyebab utama mereka enggan mengungkap penyakit yang diderita. 

Di sisi lain, keterbukaan ODHIV sangat penting agar mereka mendapatkan perawatan yang maksimal. Dengan rutin meminum obat antiretroviral (ARV), ODHIV dapat hidup sehat dan normal bahkan sembuh total dari HIV. 

Ika Ayu Rayni dari FPA Bali mengatakan, setelah rutin meminum ARV, ODHIV juga wajib mengikuti tes Viral Load setiap tahun untuk mengetahui jumlah HIV yang ada di dalam tubuh. “Kalau sudah tidak terdeteksi, berarti sudah tidak bisa menularkan. Kendati demikian, minum ARV juga harus tetap rutin,” katanya.

Ika juga menuturkan, stigma negatif terhadap ODHIV harus dikikis. Karena mereka juga adalah korban dari ketidaktahuan, dan minim informasi. Bisa saja tertular karena bukan ulahnya sendiri, tapi akhirnya terinfeksi.

“Stigma negatif terhadap ODHIV saat ini memang sudah mulai berkurang, namun yang masih terjadi yakni adanya pergunjingan bahwa terinfeksi HIV karena perilaku menyimpang. Padahal itu belum tentu benar karena kesalahannya, bisa saja karena tertular dari pasangannya,” tutur Ika.

Menurutnya, penularan HIV bisa terjadi bukan hanya karena perilaku menyimpang seperti seks bebas, namun juga oleh berbagai penyebab lainnya. “Bisa saja perilaku ibu yang baik, tapi tertular akibat ulah suaminya. Jadi semuanya menjadi korban karena ketidaktahuan,” tandasnya. 


Komentar