nusabali

Bendesa Harapkan Bisa Meningkatkan Ekonomi Warga Lokal

Proyek Jalan Lingkar Barat Jimbaran

  • www.nusabali.com-bendesa-harapkan-bisa-meningkatkan-ekonomi-warga-lokal

MANGUPURA, NusaBali - Desa Adat Jimbaran mempercayakan proyek strategis pembangunan Jalan Lingkar Barat Jimbaran kepada Pemkab Badung.

Desa Adat Jimbaran memberikan kebebasan kepada pemerintah untuk memilih bentuk jalan yang paling efektif, baik itu jalan layang, jalan permukaan, atau jalan bawah tanah, dengan syarat proyek tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam hal kelancaran akses dan perekonomian.

Bendesa Adat Jimbaran I Gusti Made Rai Dirga, mengatakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung telah menjabarkan proyek Jalan Lingkar Barat Jimbaran pada saat kegiatan sosialisasi beberapa waktu lalu. Dalam sosialisasi itu, kata dia, disampaikan tiga alternatif, yakni jalan layang, jalan satu level, dan jalan bawah tanah. Menurut Rai Dirga, opsi yang dianggap paling memenuhi syarat kemungkinan adalah jalan bawah tanah.

“Jadi secara prinsip kita berterima kasih kepada Pemkab Badung, karena di awal yang kita harapkan itu sebenarnya hanyalah memecah lalu lintas di wilayah Jimbaran saja. Namun pemerintah ternyata sudah berpikir lebih lebih jauh ke kepariwisataan secara berkelanjutan, yang tentunya sangat bermanfaat bagi terjaganya situasi kepariwisataan di Kuta Selatan pada khususnya dan Kabupaten Badung pada umumnya,” jelas Dirga saat dikonfirmasi pada Kamis (30/11) siang.

Lantaran teknis sepenuhnya berada di bawah Dinas PUPR, Dirga hanya berharap agar akses ini segera terwujud untuk mengatasi kekroditan di Jalan Uluwatu. “Jika kesimpulannya adalah berupa terowongan bawah tanah, pihak desa adat dipastikan tidak ada masalah. Asalkan kegiatan tradisi adat dan budaya tetap bisa berlangsung sebagaimana mestinya,” katanya.

Dirga juga menyoroti pentingnya menjaga ekonomi kerakyatan di sekitar dengan keberadaan akses ini. Bahkan berharap dengan adanya proyek ini bisa meningkatkan ekonomi warga lokal.

Dia juga berharap dengan adanya proyek tersebut tidak hanya membantu dalam pemecahan masalah lalu lintas, tetapi juga menjadi kontributor utama untuk perkembangan ekonomi dan kepariwisataan di wilayah Jimbaran. “Mudah-mudahan bisa terwujud di tahun 2024,” harapnya.

Rencana pengembangan Jalan Lingkar Barat Jimbaran mengalami kemajuan setelah memasuki tahap sosialisasi. Tahap sosalisasi ini dimaksudkan untuk menerima masukan dari masyarakat atas studi kelayakan dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang tengah disusun.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Made Suardika, menyebut trase Jalan Lingkar Barat Jimbaran direncanakan dari arah selatan, mulai dari cafe 19 menuju ke cafe 9, dengan panjang total sekitar 1,6 kilometer. Terowongan yang diusulkan diletakkan di bawah tanah, dengan estimasi panjang sekitar 1,4 kilometer. Suardika juga menegaskan bahwa desain trase dan terowongan masih dalam tahap studi kelayakan dan hasilnya akan menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut. 7 ol3

Komentar