nusabali

Distan Karangasem Siapkan Lahan 300 Ha

Bangun Demonstrasi Area Tanam Padi

  • www.nusabali.com-distan-karangasem-siapkan-lahan-300-ha
  • www.nusabali.com-distan-karangasem-siapkan-lahan-300-ha

AMLAPURA, NusaBali - Dinas Pertanian (distan) Pangan dan Perikanan Karangasem menyiapkan lahan 300 hektare untuk membangun dem area (demonstrasi area). Rencananya, dem area ini untuk tanam padi sahaja, kombinasi antara salibu, hazton dan jarwo, yang sekali tanam bisa panen 2 -3 kali.

Bibit padi unggul varietas baru yang akan ditanam diberi nama Inpari (inbrida padi sawah irigasi). Bibit ini terdiri dari Inpari 19, Inpari 23, Inpari 24, Inpari 25, dan Inpari 32.

"Tanam bibit padi Inpari itu, awal tahun 2024. Kami telah tuntas mencari lahan 300 hektare milik beberapa kelompok tani," jelas Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem I Nyoman Siki Ngurah, usai bertanam padi Inpari di Demplot Subak Bahingin, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem, Kamis (23/11).

Kadis Siki Ngurah memaparkan, awalnya Kementerian Pertanian memberikan program demonstrasi area di Bali untuk tanam padi seluas 300 hektare. Selanjutnya, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem yang berjuang agar program itu dialihkan ke Karangasem. Setelah dapat persetujuan dari Pemprov Bali, langsung turun ke lapangan meyakinkan kelompok tani, agar lahannya direlakan untuk program demonstrasi area, sehingga terkumpul lahan 300 hektare.

Dari luas 300 hektare itu lahan terluas di Subak Gantalan II, Desa/Kecamatan Bebandem, Karangasem, yakni 98 hektare. Bibit Inpari telah siap dengan perbandingan bibit tanam 80 kilogram per hektare juga dengan bantuan pupuk. Agar program demonstrasi area berjalan lancar, kata Siki Ngurah, Provinsi Bali memberikan pendampingan melalui BPSIP (Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian)), sehingga pertumbuhan padi mulai dari tanam hingga panen terus terpantau.

Kata dia, nantinya padi ini bisa dipanen 2 kali hingga 3 kali untuk sekali tanam. Sehingga harapannya mampu menutupi defisit pangan di Karangasem. Selama ini kebutuhan beras di Karangasem 67.000 ton, sedangkan produksinya 41.000 ton setahun, kekurangan 26.000 ton.

Kadis Siki Ngurah memaparkan, banyak keuntungannya dapat program demonstrasi area itu. Antara lain, berkesempatan memperkenalkan teknologi baru dalam teknik berproduksi dan pengolahan usaha tani di hadapan kelompok tani. Sehingga pembinaan secara terpadu, dengan cara praktek langsung. Tujuan akhir untuk menekan defisit pangan di Karangasem.

Jelasnya, demonstrasi area merupakan salah satu teknik penyuluhan kepada petani, sesuai amanat UU No 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. "Guna meyakinkan tanam bibit Inpari itu, kami telah membangun demplot (demontaris plot) seluas 0,5 hektare. Itu sebagai contoh sejauh mana padi itu bisa panen 3 kali, dalam sekali tanam," katanya

Sekdis I Komang Cenik mengaku, pihaknya berupaya optimal membina kelompok tani, yang tergabung dalam demonstrasi area di lahan 300 hektare itu. "Ini temuan bibit varietas terbaru, sekali tanam pane bias 3 kali," katanya.

Perbekel Bebandem I Gede Partadana mengapresiasi proyek percontohan itu, harapannya agar masyarakat petani sejahtera. "Itu program percontohan yang luar biasa, sekali tanam padi bisa panen 3 kali. Ini akan sangat membantu petani asalkan pendampingannya optimal," jelasnya.7k16

Komentar