nusabali

Golkar Pecah Soal Suiasa

  • www.nusabali.com-golkar-pecah-soal-suiasa

“Jangan memberikan komentar- komentar apapun kepada Suiasa. Berikan dan serahkan itu kepada Tim 5 sepenuhnya”

Dewa Nida Diingatkan Tidak Komentari Suiasa


DENPASAR, NusaBali
Golkar Bali pecah soal rencana ‘pengadilan’ terhadap kader senior Golkar yang juga Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Sodokan kader Golkar Bali Dewa Made Widiyasa Nida terhadap dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Suiasa, karena menjadi pangenter baos di acara pendaftaran I Wayan Koster sebagai Cagub di Kantor DPD PDIP Bali, justru mendapatkan warning (peringatan) dari Tim 5 DPD I Golkar Bali.

Selain beda pendapat soal kasus Suiasa di Tim 5 Golkar Bali juga terjadi pergantian secara mendadak. Warsa T Buana  baru saja diganti sebagai Ketua Tim 5 oleh I Gusti Putu Wijaya yang naik secara ex officio berdasarkan PO (Peraturan Organisasi) Partai Golkar.

Warsa T Buana mengatakan, Wijaya secara otomatis menjadi Ketua Tim 5 karena menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Bali. “Ada PO terbaru,” ujar Warsa T Buana kepada NusaBali, Kamis (13/7).

Selaku anggota Tim 5 DPD I Golkar Bali, I Wayan Warsa T Buana meminta kader Golkar yang berada di luar Tim 5 tidak memberikan komentar apapun terkait rencana pemanggilan Suiasa. “Jangan memberikan komentar- komentar apapun kepada Suiasa. Berikan dan serahkan itu kepada Tim 5 sepenuhnya,” kata Warsa T Buana.

Menurut Warsa T Buana, Suiasa adalah kader senior Golkar dan melakukan dugaan pelanggaran disiplin yang ditudingkan pasti ada sebab dan akibat. “Suiasa kader senior, dia pernah menjadi Ketua DPD II Golkar Badung. Pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Badung. Kader senior Golkar. Dia melakukan itu pasti karena ada sebab akibat. Kita mau ada klarifikasi. Nggak mungkin dia melakukan langkah itu tanpa dasar. Kita mau dengar langsung secara Tim,” tegas mantan anggota DPRD Bali ini.

Apakah komentar Dewa Nida itu salah? “Bukan salah. Kita minta untuk tidak memberikan komentar-komentar. Tahan diri. Kita tidak menyalahi. Kita menghimbau kader Golkar tidak ada penilaian negatif. Azas praduga tak bersalah,” tegas politisi asal Kintamani Bangli yang juga Wakil Ketua Bidang Badan Hukum dan HAM DPD I Golkar Bali.

Ketika ditanya soal pergantian Warsa sebagai Ketua Tim 5, pengacara senior ini mengatakan, Wijaya Ketua Tim 5 secara ex officio jabatannya. “Saya baru digantikan setelah kita lihat PO. Kita perbaiki administrasi dan Pak Wijaya yang Ketua Tim. Itu murni PO 13 Tahun 2015,” Warsa T Buana, menjelaskan.

Soal adanya juga kader Golkar yang hadir di acara KBS, Warsa T Buana berkilah bukan kewenangan dirinya. “Kita tidak buru-buru menyalahkan siapa-siapa. Ada sebab akibat pastinya,” kilah Warsa T Buana. Atas kondisi tersebut, Dewa Nida belum bisa dimintai komentar. Saat dihubungi melalui ponselnya bernada mailbox.

Seperti diberitakan sebelumnya, sikap Ketut Suiasa yang membela diri atas rencana ‘pengadilan’ terhadap dirinya dengan mengungkap adanya pembelotan di Pilkada Badung 2015, mendapatkan serangan balik. Kader militan Golkar Bali, Dewa Made Widiyasa Nida menuding Suiasa bagai kacang lupa kulit.

Dewa Nida menilai Suiasa kebablasan bersikap atas rencana pemanggilannya oleh Tim Penegak Disiplin DPD I Golkar Bali. “Seharusnya dia tidak perlu bicara. Sangat saya sayangkan dia berbicara kayak gini. Dia sudah sukses sebagai Wakil Bupati Badung karena Partai Golkar. Jangan kayak kacang lupa kulitnya lah,” ujar Dewa Nida. Dia pun meminta DPD I Golkar Bali dalam pengambilan keputusan harus tegas dengan kader seperti Suiasa.

Dewa Nida mencontohkan dirinya yang langsung dilengserkan dari posisi Ketua DPD II Golkar Klungkung karena menjadi Sekretaris DPD I Golkar Bali versi Munas Ancol pimpinan Ketua Umum Agung Laksono. “Ini justru sudah menyeberang ke partai lain. Jangan distimewakan lagi, apalagi diajak bicara dari hati ke hati. Terlalu baik dan terlalu lembek induk partai saya. Nanti akan ditiru kader lain kalau ini dibiarkan. Akan menjadi contoh,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Klungkung di Denpasar, Rabu (12/7) lalu. *nat

Komentar