nusabali

Berkapasitas 2.100 Watt, Diusulkan Dapat SNI

Taman Bermain Anak di Lapangan Puputan Badung Dilengkapi Panel Surya

  • www.nusabali.com-berkapasitas-2100-watt-diusulkan-dapat-sni

Ada 11 panel surya, pada replika ada 6 panel dan di shelter berisi 5 panel. Kapasitasnya 350 Watt pada replika bunga matahari dan pada shelter berkapasitas 1.750 Watt.

DENPASAR, NusaBali
Taman bermain anak di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Kota Denpasar kini dilengkapi dengan 11 panel surya. Panel Surya tersebut nantinya akan jadi wahana edukasi bagi anak-anak yang datang bermain di tempat tersebut. Sedangkan daya yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk penerangan di kawasan taman bermain.

Ke depannya, direncanakan taman bermain anak ini diusulkan untuk mendapat predikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Pemasangan panel surya ini merupakan bantuan CSR dari PLN.

Dari pantauan di lokasi, panel surya tersebut dipasang pada sebuah replika bunga matahari yang ada di areal tempat bermain. Selain itu, panel surya juga dipasang di shelter dan dilengkapi dengan baterai 7 mAh.

Total ada 11 panel surya yang dipasang dengan rincian pada replika ada 6 panel dan di shelter berisi 5 panel surya. Petugas yang menangani pemasangan panel surya, Ari Sugiarto mengatakan kapasitas dari panel surya ini yakni 350 Watt pada replika bunga matahari dan pada shelter berkapasitas 1.750 Watt. “Total kapasitasnya yakni 2.100 Watt. Ini sifatnya hybrid, daya di sini masuk ke jaringan listrik dan bisa juga memasukkan daya ke sini,” jelasnya, Selasa (21/11).

Sementara itu, Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Denpasar Ida Ayu Widhiyanasari, mengadakan panel surya tersebut merupakan wahana edukasi kepada anak-anak terkait energi terbarukan. “Agar anak-anak tahu bahwa listrik juga ada yang memanfaatkan tenaga sinar matahari,” ucapnya.

Ke depan, pihaknya akan melengkapi wahana edukasi lain pada taman bermain anak ini. Apalagi akan diusulkan untuk mendapatkan SNI. Selanjutnya, pihaknya akan menampilkan edukasi pemilahan sampah di kawasan tersebut.

“Kami masih berproses untuk menuju SNI, karena ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Saat masuk, bagaimana orangtua memberikan pendampingan kepada anak tanpa membuang sampah sembarangan,” kata Widhiyanasari.

Untuk mendapatkan standar SNI, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar. “Tahun depan kami akan kebut persyaratan untuk memenuhi sertifikat SNI ini,” tandas Widhiyanasari. 7 mis

Komentar