nusabali

Beringin Tumbang, Jalur Pausan-Kintamani Tertutup

BPBD Gianyar Kerahkan Alat Berat Evakuasi Pohon

  • www.nusabali.com-beringin-tumbang-jalur-pausan-kintamani-tertutup

GIANYAR, NusaBali - Hujan yang mulai mengguyur wilayah Gianyar utara menumbangkan sebuah pohon beringin besar di Jalan Raya Buahan, Payangan, Senin (13/11) malam.

Batang pohon melintang ke tengah jalan menyebabkan akses jalan lintas kabupaten Gianyar-Kintamani pun tertutup. Tak hanya itu kabel milik PLN juga ikut tergerus yang menyebabkan listrik padam sepanjang malam. Batang pohon yang diperkirakan berdiameter dua meter itu pun harus dievakuasi menggunakan alat berat. Bahkan TRC BPBD Kabupaten Gianyar melakukan penanganan sejak tengah malam hingga, Selasa (14/11) siang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Dibya Prasesta mengatakan pohon beringin tersebut terletak di Banjar Pausan. Tumbang karena hujan deras pada pukul 22.21 Wita. "Diameter pohon kurang lebih 2 meter dengan tinggi kurang lebih 15 meter," jelasnya. Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan yang lewat, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. "Namun akses dari Buahan menuju Kintamani terputus,” ujarnya.

Menindak lanjuti kondisi tersebut, Dibya mengatakan pihaknya malam itu langsung menurunkan tim TRC BPD Gianyar untuk mengevakuasi pohon itu. Sebelum itu pihaknya berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan tidak ada aliran listrik. “Kondisi basah kita perlu memperhatikan keselamatan juga. PLN memastikan aliran listrik sudah terputus, setelah itu langsung melakukan evakuasi sesuai SOP di lapangan,” jelasnya.

Tim TRC melakukan evakuasi hingga pukul 04.00 Wita dini hari. Kendati semalaman hingga pagi dilakukan evakuasi karena besarnya pohon pihak BPBD belum bisa menuntaskan. “Pukul 04.13 Wita dini hari Penanganan baru dapat ditangani 30 persen. Untuk penanganan selanjutnya dilakukan regu A,” jelasnya.

Sementara memasuki musim hujan, Dibya berharap kepada masyarakat untuk segera metaki-metaki di lingkungan sekitar. Seperti selokan dibersihkan agar tidak terjadi luapan air. Kemudian dahan pohon yang sudah lapuk bisa ditebang. “Musim hujan harus kita syukuri, namun kita perlu waspada dan persiapkan diri untuk lingkungan sekitar agar musim hujan berlalu dengan aman, lancar dan penuh berkah,” pintanya. 7 nvi

Komentar