nusabali

Pj Gubernur Ingatkan Penanganan Sampah dari Sumber

  • www.nusabali.com-pj-gubernur-ingatkan-penanganan-sampah-dari-sumber

Pj Gubernur Mahendra Jaya akan mengalokasikan sebagian besar, kisaran 50–70 persen, dana dari pungutan wisatawan asing yang akan berlaku tahun 2024 untuk penanganan sampah di Bali.

DENPASAR, NusaBali
Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya melaksanakan rapat rencana pengelolaan sampah di kawasan Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) bertempat di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Minggu (15/10). Dia meminta penanganan sampah berbasis sumber agar dioptimalkan kembali.

Menindaklanjuti perkembangan penanganan permasalahan sampah akibat terbakarnya TPA Suwung, Pj Gubernur Mahendra Jaya mengapresiasi upaya Pemkab/Pemkot Sarbagita yang secara gotong-royong ngrombo membantu penanganan sampah akibat terbakarnya TPA Suwung. Bahkan bantuan juga datang berupa CSR dari perusahaan-perusahaan seperti Pertamina, PLN, Pelindo, dan KEK Kura-Kura Bali.

Pj Gubernur Mahendra Jaya menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengambil hikmah dari kejadian ini. “Kita ambil hikmah dari kebakaran ini, kita perlu melakukan evaluasi dan penataan di dalam penanganan sampah,” ucapnya.

Dia meminta agar penanganan sampah berbasis sumber lebih dioptimalkan, begitu juga dengan pemanfaatan TPS3R dan TPST. “Kemudian bagus apabila desa-desa yang ada belajar penanggulangan sampah dari desa-desa yang sudah berhasil. Minta mereka belajar ke sana, ya ATM, amati, tiru, modifikasi sehingga benar-benar penanganan sampah menjadi optimal,” kata Pj Gubernur Mahendra Jaya.

Dia juga menyampaikan akan memastikan pemanfaatan dana desa agar juga dialokasikan untuk pengelolaan sampah, sehingga penanggulangan sampah berbasis sumber benar-benar terimplementasi dengan baik.

Di sisi lain dia juga menegaskan mengenai perubahan paradigma terhadap penanganan sampah di masyarakat. Bahwa perubahan paradigma ini penting untuk dilakukan. “Mulai dari di sekolah-sekolah, SMP, SMA bahkan SD. Kita dorong percepatan,” tandasnya.

Dia meminta agar sekolah-sekolah dapat secara mandiri mengelola sampah, khususnya sampah organik dengan mengadopsi metode teba kota/teba modern dengan membuat sumur kompos sehingga dapat meminimalisir limbah sampah yang dibuang ke TPA atau TPS3R.

Pj Gubernur Mahendra Jaya akan mengalokasikan sebagian besar dana dari pungutan wisatawan asing yang akan berlaku tahun 2024 mendatang untuk penanganan sampah di Bali. “Mungkin 50-70 persen untuk penanganan sampah,” ujarnya.

Dia meminta masukan dari kabupaten/kota terkait teknis pemanfaatan dana tersebut, di samping juga meminta agar Sekda Provinsi Bali dan Kadis LHK Provinsi Bali untuk secara teknis membahas hal tersebut dengan Kadis LHK kabupaten/kota. “Harapannya tahun 2024 masalah sampah ini selesai karena dana ada. Tolong dibahas lebih lanjut secara khusus, secara teknis,” tegasnya.

Sementara itu terkait kebakaran TPA Suwung, Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan bahwa upaya penanganan kebakaran TPA Suwung telah dilaksanakan melalui operasi darat, operasi udara hingga penanganan dengan cara injeksi. Di samping itu juga dilakukan operasi kemanusiaan terhadap para pengungsi dan masyarakat sekitar yang terdampak dengan memberikan bantuan masker, obat-obatan, termasuk juga dengan menyiagakan puskesmas yang ada. 7 cr78

Komentar