nusabali

Tahap Pertama Diikuti 350 Orang, Sertifikatnya Bisa Dipakai Lamar Kerja

Pecalang se-Bali akan Jalani Sertifikasi Gada Pratama Tindak Lanjut Pergub Sipandu Beradat

  • www.nusabali.com-tahap-pertama-diikuti-350-orang-sertifikatnya-bisa-dipakai-lamar-kerja

Dalam diklat singkat kemarin, ratusan pecalang dari seluruh Bali diberikan pengenalan hukum adat/negara, pengetahuan lalu lintas, teknologi informasi dan lainnya.

DENPASAR, NusaBali
Sebanyak 350 pecalang dari Pasikian Pecalang Majelis Desa Adat (MDA) se-Bali berkumpul di Wantilan Gedung DPRD Provinsi Bali, Selasa (29/8). Ratusan garda depan pengamanan adat ini disiapkan untuk menjalani sertifikasi Gada Pratama angkatan pertama.

Gada Pratama merupakan kompetensi wajib dan dasar bagi individu yang berprofesi sebagai petugas satuan pengamanan (Satpam). Dengan fungsi serupa di ranah peradatan, pecalang se-Bali akan secara bertahap diikutsertakan dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) sekaligus sertifikasi ini.

Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi menjelaskan diklat dan sertifikasi pecalang ini sebagai tindak lanjut dari Pegub Bali Nomor 26 Tahun 2020 tentang Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat). Komponen Sipandu Beradat adalah pecalang dan Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda).

"Dalam rangka menjaga Bali secara umum tidak cukup hanya oleh aparat baik itu Polri, TNI, dan Satpol PP. Tapi juga kami berharap ada peran langsung dan nyata dari kawan-kawan krama (adat) Bali di wewidangan-nya," ungkap Dewa Dharmadi usai mewakilkan Gubernur Bali membuka 'Diklat Singkat Pecalang dalam rangka Implementasi Pergub Nomor 26 Tahun 2020' pada, Selasa pagi. Birokrat asal Nusa Penida, Klungkung ini menyebut tantangan keamanan Pulau Dewata yang berkembang pesat semakin kompleks ke depan. Diperlukan implementasi nyata Pergub Bali Nomor 26 Tahun 2020 yang di antaranya melibatkan unsur masyarakat terutama masyarakat adat dengan kearifan lokal satuan pengamanannya, yakni pecalang dan Bankamda.

Foto: Dirut PT Tri Jagabaya Bali I Gde Oka Suanda Yudara (kiri) bersama Kasatpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi (kanan). -IST

Disamping itu, Sipandu Beradat sudah berjalan selama satu tahun sejak diinagurasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada Januari 2022 lalu. Menurut Dewa Dharmadi, diklat dan sertifikasi yang bakal segera dilakukan sebagai upaya meningkatkan efektivitas Sipandu Beradat lewat upskilling sumber daya manusianya.

Sementara itu, pelaksana diklat dan sertifikasi Pecalang dan Bankamda ini adalah PT Tri Jagabaya Bali (TJB), anak Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali. TJB merupakan Badan Usaha Jasa Pengamanan yang sudah meneken nota kesepahaman dengan MDA Provinsi Bali pada Desember 2022 lalu. Tujuannya untuk peningkatan kualitas SDM Pecalang dan Bankamda.

Direktur Utama PT TJB, I Gde Oka SuandaYudara membeberkan diklat singkat yang digelar pada Selasa kemarin merupakan pembekalan untuk diklat dan sertifikasi Gada Pratama nantinya. Dalam diklat singkat ini, ratusan pecalang yang didominasi manggala dan prajurunya dari seluruh Bali diberikan pengenalan hukum adat, hukum negara, pengetahuan lalu lintas, teknologi informasi, dan lainnya.

"Diklat singkat ini untuk pembekalan sebelum lanjut ke tahapan berikutnya, yakni pelatihan Gada Pratama yang ada muatan lokalnya. Tahap lanjutan ini sedang kami kaji bersama kepolisian selaku pihak yang berwenang menerbitkan sertifikat Gada Pratama dan MDA untuk muatan lokalnya," tutur Oka Yudara di sela acara. Oka Yudara yang juga pegiat bina raga ini menegaskan, diklat dan sertifikasi pecalang untuk 350 orang ini merupakan angkatan pertama. Selanjutnya, langkah-langkah peningkatan kualitas SDM pecalang bakal dilakukan secara berkelanjutan di angkatan-angkatan berikutnya.

"Angkatan pertama ini antusiasme luar biasa. Pendaftaran kami buka dua hari sebelum acara hari ini dilaksanakan. Yang daftar sudah lebih dari 1.000 orang. Namun terpaksa kami batasi karena keterbatasan tempat dan persiapan," imbuh Oka Yudara.

Hasil pelatihan dan sertifikat Gada Pratama dengan muatan lokal ini pun disebut memberikan keuntungan dari segi penguasaan kompetensi pengamanan lingkup terbatas dan pengetahuan kearifan lokal. Dari segi keuntungan finansial, sertifikat Gada Pratama yang dipegang bisa dijadikan modal mencari pekerjaan di bidang pengamanan.

Tentu, untuk melatih dan menyertifikasi Pecalang dan Bankamda di seluruh Bali memerlukan waktu yang tidak sebentar. Oka Yudara memperkirakan ada 48.000 angga Pecalang dan Bankamda yang baru terdata. Angka ini berupa prediksi dengan melihat jumlah desa adat di Bali yang sebanyak 1.493 entitas dengan banjar-banjarnya. 7 ol1

Komentar