nusabali

Tour Guide Sulit Digantikan oleh Kecerdasan Buatan

  • www.nusabali.com-tour-guide-sulit-digantikan-oleh-kecerdasan-buatan

JAKARTA, NusaBali - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) jadi salah satu bidang yang berperan dalam sektor pariwisata, termasuk dalam menjelajahi tempat wisata serta merencanakan perjalanan.

Namun, dilansir dari Business Insider, perkembangan AI dan teknologi lainnya berpotensi mengotomatisasi aktivitas kerja.

Antara tahun 2030 sampai 2060, analis dari McKinsey memprediksi setengah dari aktivitas kerja saat ini akan dapat diotomatisasi.

Terkait hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan, masih ada pekerjaan di sektor pariwisata yang sulit digantikan AI.

"Saya melihatnya, memang dengan AI ada beberapa rutinitas yang bisa tergantikan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sifatnya repetisi. Tetapi seperti tour guide (pemandu wisata), agak sulit digantikan oleh AI," terang Menparekraf dalam Weekly Press Briefing di Jakarta Pusat, Selasa (11/7).

Ia melanjutkan, interaksi antara satu wisatawan dan wisatawan lainnya menggunakan pendekatan berbeda. Hal itu hanya bisa dilakukan oleh manusia.

"Justru pengembangan dari pengalaman yang didapatkan wisatawan hanya bisa dilakukan oleh kreativitas dan imajinasi dari para pelaku SDM (Sumber Daya Manusia) di parekraf (pariwisata dan ekonomi kreatif)," ujarnya dilansir kompas.com.

Ia lantas mengutip studi dari McKinsey yang menunjukkan bahwa sekitar 23 juta lapangan pekerjaan diprediksi akan hilang akibat otomatisasi dan AI.

"Tapi jangan lupa, ada 46 juta lapangan kerja yang baru. Nah, ini yang harus kita sikapi," tuturnya.

Sebelumnya dilaporkan oleh Kompas.com, Rabu (13/11/2019), terdapat sekitar 27 juta hingga 46 juta jenis pekerjaan baru ini muncul pada era teknologi.

Kendati demikian, dari 46 juta jenis pekerjaan baru tersebut, hanya 10 juta pekerja yang bisa mengisi pekerjaan itu. Ada pula sekitar 29 juta orang yang wajib mengikuti pelatihan. 7

Komentar