nusabali

Tabanan Target Tahun 2024 Tidak Ada Koperasi Sakit

  • www.nusabali.com-tabanan-target-tahun-2024-tidak-ada-koperasi-sakit

TABANAN, NusaBali - Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Tabanan menarget di tahun 2024 tidak ada koperasi yang tidak aktif. Saat ini berdasarkan catatan ada 162 koperasi yang statusnya tidak aktif.  Untuk penanganan itu telah dibentuk tim monitoring dan evaluasi (monev) turun ke lapangan.

Tim monev yang terdiri dari berbagai bidang baik dari Dinas Koperasi Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, ini bertugas untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari koperasi yang tidak aktif tersebut. Jika memang pengurus telah bubar, Dinas Koperasi akan membubarkan lewat izin yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan HAM. 

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi di Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Tabanan I Gusti Putu Sudika, mengatakan tim sudah turun untuk melakukan penggalian data terhadap 162 koperasi yang tidak aktif tersebut. “Dari hasil turun ke lapangan sebagian besar koperasi yang tidak aktif ini telah bubar bahkan tidak ada kantor,” jelasnya, Selasa (9/5). 

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan perbekel setempat untuk mencari data akurat terhadap koperasi yang sakit tersebut. Dan apabila sudah tidak bisa pulih maka akan ditindaklanjuti atau diusulkan dengan membuat SK pembubaran untuk diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM. "Intinya di tahun 2024 jangan sampai ada koperasi yang sakit. Termasuk juga kalau ada yang ingin bangkit dipersilakan dan akan didampingi,” kata Sudika. 

Sudika menyebutkan penyebab dari koperasi sakit ini banyak faktor. Salah satunya adalah gagal bayar dari kreditur, kemudian pengurus nakal. "Rata-rata yang kami temukan penyebab koperasi sakit karena kreditur tak lancar atau macet hingga pengurus tidak bisa bertanggung jawab alias nakal,” sebutnya. 

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja total ada 576 koperasi. Dari jumlah itu 406 dalam kondisi koperasi wajib RAT, 162 sakit, 8 koperasi baru tumbuh atau koperasi baru, dan 414 koperasi aktif. 

Sementara hasil sebaran koperasi dari ratusan itu, koperasi paling banyak tumbuh di Kecamatan Tabanan mencapai 173, menyusul di Kecamatan Kediri 131, lalu di Kecamatan Marga 58. Dan koperasi paling sedikit tumbuh ada di Kecamatan Pupuan hanya 16 koperasi, Kecamatan Selemadeg 17, dan Kecamatan Selemadeg Barat hanya 23 koperasi. 7 des

Komentar