nusabali

Bali Potensial Kembangkan Anggrek Lokal

  • www.nusabali.com-bali-potensial-kembangkan-anggrek-lokal
  • www.nusabali.com-bali-potensial-kembangkan-anggrek-lokal

DENPASAR, NusaBali - Bali memiliki potensi untuk pengembangan anggrek lokal Bali. Saat ini sudah ada sekitar 150 jenis anggrek lokal yang sudah berhasil diinventarisir.

Tidak hanya mengidentifikasi anggrek endemik Bali, anggrek yang sudah dikenali tersebut didorong untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi anggrek hibrida, salah satunya dengan rekayasa genetika.

Lapangan Puputan Margarana di kawasan Niti Mandala, Denpasar menjadi tempat penyelenggaraan Festival Anggrek Internasional bertajuk ‘Anggrek KemBali’, pada 4-14 Mei 2023. Dalam festival bertajuk 'Orchids, Unity in Diversity', sekitar 30 anggrek Bali berdampingan untuk dipamerkan bersama sekitar 700 jenis anggrek Nusantara lainnya.

Luh Sukerni, penjaga stand Duta Orchid menyampaikan, dirinya turut membudidayakan salah satu anggrek lokal Bali, yakni Anggrek Linjong. Kata dia, anggrek ini saat ini cukup sulit ditemukan di pasaran. Padahal, dahulu di kampung halamannya di Desa Ulakan, Karangasem, Anggrek Linjong banyak ditemukan di tegalan merambat di batang pohon kelapa hingga kerap digunakan masyarakat setempat menghias upakara (banten).

"Anggrek Linjong variasinya ada dua macam, yang agak kekuningan dan kecokelatan," jelas Sukerni ketika ditemui Sabtu (6/5).


Tampilan bunga Anggrek Linjong memang tidak seperti anggrek lainnya yang lebih popular. Misalnya, Anggrek Bulan yang memiliki kelopak bunga yang besar-besar dan warna yang cerah dan variatif. Anggrek Linjong sebaliknya, memiliki helaian bunga kecil-kecil memanjang dengan corak warna belang hijau kekuningan dan cokelat gelap. "Kalau di kampung saya namanya Anggrek Celedu, karena bunganya mirip Kalajengking," sebut Sukerni.

Gubernur Bali pada saat membuka festival Jumat (5/5) sore menyampaikan, Bali mempunyai kekayaan tumbuh-tumbuhan plasma nutfah yang cukup kaya termasuk anggrek yang belakangan baru kembali diangkat.

Gubernur Koster mengapresiasi kegiatan festival anggrek yang digagas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Provinsi Bali bersama Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Bali. Gubernur berharap festival yang pertama kali digelar di Bali dapat lebih memperkenalkan anggrek khususnya anggrek lokal Bali kepada masyarakat.

Dia mengingatkan pengembangan anggrek tidak bisa hanya dilakukan dari sisi pemasaran (hilir), namun juga dari sisi pengembangan anggrek itu sendiri (hulu). "Yang jauh lebih penting bagaimana mengembangkan anggrek, mengembangkan spesiesnya, melakukan budidaya, atau bahkan rekayasa genetika untuk semakin mengembangkan varian anggrek khususnya anggrek Indonesia dan anggrek Bali," ujar Gubernur Koster.

Gubernur Bali mendorong adanya riset untuk mengembangkan anggrek lokal Bali supaya tampilannya lebih variatif dan menarik. Jika Bali memiliki peneliti yang berkompeten melakukan pengembangan varietas anggrek, menurut Gubernur Koster hal itu juga akan berdampak positif terhadap  pembangunan industri anggrek di Pulau Dewata. Hal itu menurutnya juga akan berdampak pada sektor hilir di mana permintaan bunga anggrek akan meningkat di pasaran.7cr78

Komentar