nusabali

Wirajaya: Banyak Event di Bali Harus Diikuti Pelibatan Masyarakat

Pertumbuhan Ekonomi Semester I 2022: Bali Tumbuh 2,27%, Nasional 5,27%

  • www.nusabali.com-wirajaya-banyak-event-di-bali-harus-diikuti-pelibatan-masyarakat

DENPASAR, NusaBali.com – Meskipun berbagai kegiatan di Bali sangat jauh meningkat dibandingkan saat pandemi, namun pertumbuhan ekonomi di Bali masih tertinggal jauh dari pertumbuhan nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap pertumbuhan perekonomian Bali pada semester I sebesar 2,27 persen. Angka ini tertinggal jauh dibanding nasional yang mencapai 5,23 persen.

“Artinya, perlu lebih dipacu lagi kegiatan di Bali, terutama dalam hal pelibatan masyarakat Bali secara langsung,” kata pengamat ekonomi dan pariwisata, Gde Wirajaya Wisna, Jumat (26/8/2022).

Mantan President Junior Chamber International (JCI) Bali  menilai pelibatan masyarakat atau pelaku usaha di Bali masih bisa dioptimalkan lagi. “Kegiatan sudah banyak, event nasional juga sudah dibawa ke Bali, hanya saja pelibatan masyarakat harus dioptimalkan,” kata Wirajaya yang juga Sekretaris DPD Partai Hanura Bali ini.

Dicontohkannya event-event nasional yang banyak menggunakan event organizer (EO) dari luar Bali. Alhasil yang menikmati event menjadi terbatas, kalau tidak dibilang nilai keekonomian tidak dinikmati EO lokal. 

“Lebih celaka lagi jika pengisi acara seperti MC, hiburan, sampai souvenir juga dibawa dari Jakarta. Niscaya perputaran ekonomi tidak bisa dirasakan masyarakat Bali,” sentil Wirajaya.

Karena itu Presidensi KTT G20 di Bali disambut gembira oleh Wirajaya. Bukan hanya karena event yang melibatkan negara-negara super power diselenggarakan di Pulau Dewata, namun dalam agendanya ada side event berupa kunjungan da aktivitas di desa wisata. 

“Ini contoh sangat bagus sekali, masyarakat akan merasakan dampaknya secara langsung. Konsep ini juga perlu dipakai pada event-event nasional,” sebut sosok yang pernah mengenyam pendidikan di Jerman ini.

Melalui desa wisata, lanjut Wirajaya,  daya tarik  Pulau Dewata akan semakin terlihat dunia. “Jika hanya mengandalkan keindahan objek wisata, Bali akan banyak menghadapi saingan. Bukan hanya dengan negara tetangga, tapi keindahan panorama juga dimiliki wilayah tetangga seperti Lombok ataupun Banyuwangi,” sebut pengamat asal Singaraja, Buleleng ini.

Kelebihan daya tarik adat dan budaya di Bali inilah yang kata Wirajaya harus dioptimalkan sekaligus dijaga. “Karena itu perlu apresiasi terhadap berbagai Perda terkait adat budaya yang diinisiasi Gubernur Bali Wayan Koster,” puji Wirajaya.

Salah satu yang diapresiasi adalah adanya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan. “Tinggal bagaimana masyarakat ikut menjaga kekayaan (adat dan budaya, Red) yang tidak dimiliki daerah lain,” pungkas Wirajaya.

Komentar