nusabali

Honor Belum Cair, Saksi SIGY Bergolak

  • www.nusabali.com-honor-belum-cair-saksi-sigy-bergolak

Belum diterimanya honor dari Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) I Komang Sinatra-Gung Joyo (SIGY) untuk sejumlah saksi di tingkat TPS, Desa/Kelurahaan, hingga Kecamatan, mulai mengundang pergolakan. 

Saksi Datangi Rumah Ketua Tim Pemenangan Minta Kejelasan

NEGARA, NusaBali
Sejumlah saksi, khususnya para Koordinator Saksi Desa/Kelurahan dan Kecamatan menuntut honor yang menjadi hak mereka dengan mendatangi kediaman Ketua Tim Pemenangan SIGY, I Putu Gede Eka Sasthujana di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin (14/12) siang.

Dari pemantauan, Koordinator Saksi Desa/Kelurahan dan Kecamatan ini, bergiliran mendatangi kediaman Sasthujana. Seperti tampak, saksi SIGY di Kecamatan Melaya I Made Tirta yang sempat menolak percepatan rekapitulasi suara PPK Melaya di Kantor Melaya pada, Minggu (13/12). 

Ia bertemu Bendahara Tim Pemenangan SIGY, I Made Widiasa, yang juga Sekretaris DPD NasDem Jembrana. Kemudian sempat datang kembali tiga orang Koordiantor Saksi SIGY di desa/kelurahan Pendem, I Wayan Diantara, Koordinator Saksi SIGY Kelurahan Baler Bale Agung, I Ketut Pariatna, serta Koordinator Saksi SIGY Desa Berangbang, I Putu Saniasa.

Menurut Tirta, memang ada kekacauan dalam pemberian honor saksi dari pihak Tim Pemenangan SIGY. Khusus di Kecamatan Melaya, katanya ada beberapa pembagian saksi, berupa 6 Koordinator Kecamatan, 10 Koordinator Desa/Kelurahan, ditambah 76 saksi sesuai dengan jumlah TPS. Namun masih ada 37 saksi TPS yang belum mendapat honor, dan baru dibayarkan setelah negosiasi kemarin. “Ini sudah dibayar yang TPS. Tetapi Koordiantor Desa dan Kecamatan belum ada,” ujar Tirta.

Sementara Bendahara Tim Pemenangan SIGY, I Made Widiasa alias Yahya mengaku tidak tahu apa-apa tentang dana saksi. Meskipun sebagai bendahara, ia tidak pernah diberikan memegang uang. Katanya, kemelut dana saksi ini memang berawal saat H-6 Pemilihan, dengan ada dorongan dari Ketua DPC Gerindra Jembrana, I Kade Darma Susila, bersama Cabupnya, I Komang Sinatra yang sempat mendatangkan konsultan, sehingga ada pertemuan di salah satu rumah makan di Kota Negara pada H-4 Pemilihan, Sabtu (5/12).

Dalam pertemuan sekaligus pelatihan saksi itu, ada pembentukan dua orang saksi per TPS yang akan diberikan dana Rp 250 ribu per orang, plus HP plus uang bensin. Kemudian juga meminta mencari 4 Relawan di masing-masing TPS yang akan diberikan dana Rp 200 ribu per orang. “Ini janji dari konsultan yang katanya mau mendatangkan sponsor. Tetapi tidak tahu siapa sponsornya tiba-tiba menghilang,” ujarnya.

Karena tidak ada kepastian hingga memasuki H-1, dibuatlah perubahan kesepakatan. Hanya dicari satu orang saksi di TPS, dengan honor sebesar Rp 100 ribu. Perubahan kesepakatan yang terlalu mendadak itu, akhirnya membuat keadaan rancu. Satu sisi Koordinator Saksi SIGY Desa/Kelurahan, yang menjadi perekrut saksi, mendapat tekanan dari para saksi. 

Sampai sore kemarin belum ada kejelasan soal honor saksi itu. Begitu juga dengan Ketua Tim SIGY, yang tidak kunjung balik ke rumah. Menurut Koordinator saksi SIGY Kelurahan Baler Bale Agung, I Ketut Pariatna masih banyak Koordinator Saksi SIGY Desa/Kelurahan lain yang belum menerima honor. 

Sementara, kebanyakan dari mereka, terpaksa meminjam uang untuk menutupi saksi ditingkat TPS. Hal senada diungkapkan Koordinator Saksi SIGY Kelurahan Pendem, I Wayan Diantara, dan Koordinator Saksi SIGY Desa Berangbang, I Putu Saniasa. Sementara Ketua Tim Pemenangan SIGY, Putu Gede Eka Sasthujana, yang dikonfirmasi via telepon sore kemarin, mengaku masih ada di jalan sedang menuju Denpasar. Ia membantah, kalau dana saksi belum diberikan. 

Menurutnya, semua sudah diserahkan, dan yang mendatangi kediamannya, hanya segelintir orang saja. “Semuanya sudah dibayar, yang datang itu hanya segelintir saja. Sekarang kekurangan lihat dari mana. Yang pasti sudah kami tangani. Di Melaya juga sudah,” ujarnya, yang mengaku ada urusan penting di Denpasar. 7 ode

Komentar