nusabali

Satu Keluarga Menghilang

  • www.nusabali.com-satu-keluarga-menghilang

Pasutri I Ketut Nata-Ni Nyoman Suniari dan anaknya, Ni Wayan Yunita, menghilang bak ditelan bumi sejak pergi naik mobil, 29 Agustus 2016

Menurut Kadek Bonita, karena heran kedua orangtua dan kakaknya masuk mobil bersama pagi itu, dia pun sempat berusaha menghampiri mereka sembari bertanya, hendak pergi ke mana? "Saya sempat tanya kepada ibu yang sudah berada di dalam mobil bersama bapak dan kakak. Ibu tidak menjawab, tapi bapak bilang mau pergi ke notaris. Setelah itu, kedua orangtua dan kakak saya ini menghilang sampai sekarang," cerita Kadek Bonita, yang kini masih kuliah di Unud.

Menurut Kadek Bonita, dia dan keluarganya terus mencoba mencari kedua orangtua dan kakaknya yang hilang misterius tersebut. Namun, hasilnya nihil, semua komunikasi terputus. Telepon kedua orangtua dan kakaknya, tidak ada yang bisa dihubungi. Setelah hampir 5 bulan mencari kedua orangtuanya yang wiraswata bidang kerajinan patung dan kakaknya tanpa hasil, Kadek Bonita akhirnya melaporkan kasus ini ke Mapolsek Tegallalang, kemarin pagi.

Dikonfirmasi NusaBali, Kamis kemarin, Kapolsek Tegallalang AKP I Putu Gede Ardana membenarkan pihaknya menerima laporan kasus satu keluarga menghilang selama hampir 5 bulan ini. "Kasus masih kami selidiki. Kami juga sedang meminta keterangan sejumlah saksi. Kami melakukan pendalaman, ada masalah apa sebenarnya, sehingga satu keluarga menghilang," jelas Kapolsek Putu Gede Ardana.

Ardana menegaskan, saksi pelapor yang notabene anak korban hilang, Kadek Bonita, juga sudah diperiksa di Mapolsek Tegallalang, Kamis kemarin. Dari situ diketahui bahwa Kadek Bonmita sudah berusaha mencari kedua orangtua dan kakaknya yang menghilang. “Namun, dia (Kadek Bonita) tidak mendapat petunjuk apa pun terkait kehilangan orangtua dan kakaknya, sehingga akhirnya melapor ke polisi,” tandas Ardana.

Sementara itu, Kelian Dinas Banjar Jasan, Desa Sebatu, I Wayan Tangsi, mengungkapkan hilangnya satu keluarga beranggotakan 3 orang ini menjadi perhatian warga sekampung. Warga Banjar Jasan terus membantu pihak keluarga korban untuk melakukan upaya pencarian. Namun, upaya pencarian belum membuahkanm hasil sampai sekarang.

Menurut Wayan Tangsi, pihak keluarga bukan hanya melakukan pencarian secara sekala, nampun juga menempuh upaya niskala. "Hilangnya satu keluarga ini sudah ditanyakan secara niskala kepada orang pintar. Namun, hasilnya masih nihil, meskipun berbagai pentunjuk sudah dijalani pihak keluarga,” ujar Wayan Tangsi saat dikonfirmasi NusaBali per telepon, tadi malam.

Kenapa baru sekarang dilaporkan ke polisi? Menurut Wayan Tangsi, pihak keluarga baru sekarang lapor, karena mereka mengira pasutri I Ketut Nata dan Ni Nyoman Suniari akan segera pulang. "Dikaranya besok akan pulang, besok pulang, tapi nyatanya nggak pulang-pulang,” sebut Wayan Tangsi.

Wayan Tangsi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui ada permasalahan apa sebenarnya hingga pasutri I Ketut Nata dan Ni Nyoman Suniari menghilang bersama putri sulungnya, Ni Wayan Yunita. “Dengan dilaporkannya ke polisi kasus ini, mudah-mudahan tiga warga kami yang hilang tersebut segera ditemukan,” harap Wayan Tangsi. * e

Komentar