nusabali

Cok Nindia Mawinten Maha Wisesa

  • www.nusabali.com-cok-nindia-mawinten-maha-wisesa

Panglingsir Puri Agung Peliatan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Tjokorda Gde Putra Nindia alias Cok Nintia, 58, melaksanakan upacara Pawintenan Maha Wisesa untuk dirinya pada Wraspati Umanis Gumbreg, Kamis (20/6) siang.

GIANYAR, NusaBali

Upacara tersebut sebagai tahapan awal sebelum mantan Sekda Kabupatan Gianyar ini menjalani Mabiseka Ratu (upacara penobatan), pertengahan tahun 2020 nanti. Upacara Pawintenan Maha Wisesa yang dijalani Cok Nindia di Merajan Agung Puri Peliatan, Kamis kemarin, dipuput Ida Pedanda Siwa dari Griya Peling, Desa Pedangtegal (Kecamatan Ubud) dan Ida Pedanda Budha Gunung Sari dari Griya Gunung Sari, Desa Peliatan (Kecamatan Ubud). Prosesi pawintenan dihadiri belasan sulinggih dari unsur Sarwa Sadhaka, serta Panglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Semaraputra, Panglingsir Puri Agung Ubud Tjokorda Gede Putra Sukawati, utusan puri-puri se-Kabupaten Gianyar, jajaran PHDI Gianyar, Majelis Desa Adat (MAD) Kabupaaten Gianyar, dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Manggala Utama Karya, Cokorda Putra Wisnu Wardana, 56, menjelaskan Pawintenan Maha Wisesa adalah salah satu ritual suci sebagai pondasi bagi Cok Nindia dan istrinya, Sagung Ratu Sri Jaya Laksmi, untuk mendalami ajaran suci Hindu. Sebab, selama ini Cok Nindia selaku Panglingsir Puri Agung Peliatan kerap mengemban kewajiban di bidang kemasyarakatan dan keagamaan, seperti sebagai pangrajeg karya dengan segala tingkatan.

Dengan Pawintenan Maha Wisesa ini, kata Cok Wisnu, maka ada pengetahuan keagamaan Hindu yang sebelumnya belum boleh dipelajari sesuai sastra dresta, menjadi boleh didalami, namun tetap atas seizin sang sinangguh guru (pihak yang dijadikan guru), baik sekala maupun niskala. Guru dimaksud adalah Guru Reka yakni para leluhur, Sanghyang Saraswasti sebagai manifestasi Ida Sanghyang Widhi Wasa selaku pencipta ilmu pengetahuan, Guru Kawi Swara yakni sulinggih.

“Ritual Pawentenan Maha Wisesa dilaksanakan hari ini dengan persiapan panjang, sejak 6 bulan lalu. Cok Nindia bersama istri telah siap sekala-niskala menjalani kewajiban sebagai sang Eka Jati,” jelas Cok Wisnu yang notabene masih mindon dari Cok Nindia, kepada NusaBali.

Sementara itu, upacara Pawintenan Maha Wisesa Cok Nindia kemarin diawali dengan ritual Pabea Kala, sebagai simbolik penyucian sekala dan niskala yang di-Eka Jati. Selanjutnya, dilakukan ritual Puja Pangastawa oleh dua sulinggih dengan inti puja permohonan penyucian dan berkah pengetahuan suci untuk pasangan Eka Jati, yakni Cok Nindia dan istrinya. Prosesi diakhiri dengan puja bhakti bersama oleh sameton puri, kerabat puri, dan krama sekitar puri.

Seusai prosesi kemarin, Cok Nindia mengakui Pawintenan Maha Wisesa ini baru pertama kali diadakan di lingkungan Puri Agung Peliatan. Ritual ini dilakukan sebagai tahapan awal dirinya sebelum nanti melakoni prosesi lebih tinggi, antara lain, Mabiseka Ratu.

“Setahu saya, salah seorang paman saya di Puri Agung Peliatan langsung Mabiseka Ratu dengan gelar Ida Dwagung Putra Kanaka atau Ida Dwagung Peliatan IX, tanpa melalui Pawintenan Maha Wisesa ini,” ungkap Cok Nindia.

Cok Nindia masih enggan menyinggung tentang rencana upacara Mabiseka Ratunya, yang dijadwalkan pertengahan tahun 2020 mendatang. Menurut Cok Nindia, setelah Pawintenan Maha Wisesa ini, dirinya berhak menyandang tambahan gelar ‘Ida’ di depan nama aslinya, menjadi Ida Tjokorda Gde Putra Nindia.

Cok Nindia sendiri merupakan salah satu tokoh kondang di Gianyar. Dia sempat lama menjabat Sekda Gianyar, sebelum kemudian mengundurkan diri pada Maret 2012 lalu. Cok Nindia mundur karena maju sebagai Calon Bupati Gianyar yang diusung Golkar bersama koalisinya di Pilkada Gianyar 2013.

Kala itu, Cok Nindia berpadangan dengan AA Gde Ngurah di posisi Calon Wakil Bupati Gianyar. AA Gde Ngurah merupakan tokoh Puri Agung Gianyar yang notabene adik kandung dari AA Gde Agung Bharata, yang kala itu maju sebagai Calon Bupati dari PDIP. Dalam Pilkada Gianyar 2013, pasangan Cok Nindia-Gung Ngurah dipecundangi Agung Bharata-Made Agus Mahayastra.

Cok Nindia sempat menduda setelah istri pertamanya, AA Istri Wirastuti, mantuk (meninggal) pada 17 April 2015. Kemudian, ayah dua putri ini kembali menggelar pawiwahan (upacara perkawinan) kedua dengan Sagung Ratu Sri Jaya Laksmi pada Sukra Kliwon Watugunung, Jumat, 20 Januari 2017. Sagung Ratu adalah perempuan asal Puri Gede Penebel, Desa/Kecamatan Penebel, Tabanan. *lsa

Komentar