nusabali

Abu Vulkanik Rambah Kintamani

  • www.nusabali.com-abu-vulkanik-rambah-kintamani

Sejumlah desa di kawasan pegunungan Kecamatan Kintamani, Bangli diterjang hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung.

Banjir Bercampur Lahar Sapu Galian C Desa Sebudi


BANGLI, NusaBali
Debu vulkanik ini mulai merambah Kintamani, sejak Sabtu (9/12) malam, hingga menyelimuti tanaman. Camat Kintamani, I Wayan Dirgayusa, menyatakan berdasarkan laporan dari beberapa kepala desa (Prebekel), Minggu (10/12) pagi, telah terjadi hujan abu vulkanik intensitas ringan. Ada 6 desa di Kintamani yang diterjang hujan abu, yakni Desa Pinggan, Desa Kedisan, Desa Buahan, Desa Abang, Desa Suter, dan Desa Abang Songan.

"Baru desa-desa tersebut yang diketahui terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Agung, sesuai laporan yang kami terima dari para Perbekal tadi pagi (kemarin). Tapi, kondisi di sini aman, malam ini (tadi malam) tidak ada hujan abu," jelas Camat Dirgayusa saat dikonfirmasi NusaBali, tadi malam.

Perbekel Pinggan, I Ketut Janji, 51, juga mengakui hujan abu sudah merambah wilayah desanya. Menurut Ketut Janji, abu vulkanik bertebarak Sabtu malam, hingga menutupi tanaman sayur mayur, termasuk cabai yang sudah siap panen. Meski terjadi hujan abu, namun tidak sampai menghambat aktivitas warga Desa Pinggan.

"Sejauh ini, abu vulkanik tidak terlalu tebal. Abu vulkanik sampai ke sini (Desa Pinggan), mungkin karena arah angin. Sebelumnya, abu tidak hujan abu di sini," kata Perbekel Pinggan dua kali perode ini saat dikonfirmasi NusaBali. “Tidak terjadi dampak yang serius hujan abu. Tanaman dan halaman rumah memang diselimuti abu, tapi aktivitas warga kami masih berjalan seperti biasa. Sebagai antisipasi, warga kami sudah menyiapkan masker agar terhindar dari penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Minggu kemarin, Kasi Kedaruratan Badan Pena-nggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli, Ketut Agus Sutapa, mengatakan pihaknya baru memantau abu vulkanik yang menyebar di wilayah Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani---yang berada di tepi Danau Batur. Pihaknya sudah ambil tindakan dengan pembagian masker di wilayah Bangli terkait erupsi Gunung Agung, 26 November 2017 lalu.

Menurut Agus Sutapa, ada juga 3 desa di wilayah Kecamatan Tembuku, Bangli yang rentan terdampak erupsi Gunung Agung, yakni Desa Bangbang, Desa Yangapi, dan Desa Peninjoan. "Kami sudah distribusikan 15.000 pcs masker melalui Camat Tembuku. Di Kecamatan Kintamani, terutama di Kintamani Timur, ada 15 desa yang juga sudah kami distribusikan 38.000 pcs masker," terang Agus Sutapa.

Sementara itu, sejumlah galian C di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem disapu banjir hujan bercampur lahar dingin dengan intensitas sedang akibat meluapnya Sungai Lenggung, Minggu kemarin. Sungai Lenggung menghubungkan empat banjar di Desa Sebudi, masing-masing Banjar Sebudi, Banjar Badeg Dukuh, Banjar Badeg Tengah, dan Banjar Sogra. Di sepanjang sungai inilah terdapat 11 titik galian C.

Dari 11 galian C yang besar di Desa Sebudi, 3 titik di antaranya yang tertutup material banjir, hingga membentuk danau. Seluruh galian C itu berupa kubangan raksasa sedalam 35 meter. Meski terjadi banjir bercampur lahar dingin, namun air tidak sampai meluber ke bagian hilir seperti Desa Amerta Bhuana (Kecamatan Bebandem), Desa Peringsari (Kecamatan Selat, dan Desa Selat (Kecamatan Selat). Sebab, materialnya masih tertahan di galian C Desa Sebudi, yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gungnung Agung.

"Material yang hanyut baru sebatas menutupi tiga kubangan galian C. Masih banyak (8) kubangan galian C yang belum teraliri banjir," jelas Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Peringsari, I Wayan Maliasa, yang kemarin sore memantau situasi banjir di Sungai Lenggung. Aliran banjir paling deras, Minggu kemarin, terjadi di sebelah barat Kantor Perbekel Sebudi dan SDN 2 Sebudi, yang merupakan perbatasan Banjar Badeg Kelodan dengan Banjar Sebudi.

Pada hari yang sama, Minggu kemarin, juga terjadi banjir bercampur lahar dingin di Sungai Yehsah, Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem. Banjir kali ini sampai merendam lahan sawah di sebela utara Jembatan Yehsah, dan menjebol bagian penyangga sungai bagian timur. Selain itu, banjir juga merendam rumah milik I Komang Putra Pradana dan Jro Mangku Sucia.

Sekretaris Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung Karangasem, I Wayan Suara, meminta warga yang tinggal di bantaran sungai sebaiknya segera mengungsi. "Itu sangat berbahaya, banjir bisa datang kapan saja," pinta Wayan Suara, Minggu kemarin. *e,k16

loading...

Komentar