nusabali

Stadion Gunung Agung Terbengkalai Tiga Tahun

  • www.nusabali.com-stadion-gunung-agung-terbengkalai-tiga-tahun

Stadion Gunung Agung Amlapura mulai dibangun tahun 2012 dengan biaya Rp 4,3 miliar di lahan 50.740 meterpersegi.

AMLAPURA, NusaBali

Proyek stadion Gunung Agung Amlapura yang terbengkalai sejak tahun 2014 kembali dilanjutkan dengan anggara biaya Rp 2,36 miliar. Proyek stadion Gunyng Agung dilanjutkan atas permintaan rekanan meski pemerintah mengingatkan sewaktu-waktu Gunung Agung bisa meletus setelah berstatus awas. Jika Gunung Agung meletus, stadion Gunung Agung Amlapura yang berada di zona kuning terancam aliran lahar dingin.

Proyek stadion Gunung Agung Amlapura ditarget rampung pada Maret 2018. Semula proyek ini dianggarkan Rp 2,6 miliar setelah tender pemenangnya menawar Rp 2,36 miliar. Kepala Bidang Pembinaan Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Karangasem I Made Subawa mengatakan, stadion Gunung Agung Amlapura ada di Lingkungan Dukuh, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem masuk kawasan rawan bencana (KRB) I. Namun belakangan dianulir tidak masuk KRB tetapi masih masuk zona kuning sehingga pembangunannya jalan terus.

“Mudah-mudahan selama pengerjaan tidak ada kendala dan stadion bisa bermanfaat dengan baik. Nantinya Karangasem memiliki lintasan atletik standar lomba,” jelas Subawa di Amlapura, Rabu (25/10). Selain membangun lintasan atletik, pekerjaan paket I menata pagar dan pembangunan paket II membangun lintasan stadion. Rencana pembangunan berikutnya, stadion bertaraf internasional berkapasitas 10.000 penonton. Dikatakan, stadion Gunung Agung Amlapura sempat disurvei CEO Bali United, Yabes Tanuri.

Diterangkan, stadion Gunung Agung Amlapura mulai dibangun tahun 2012 dengan biaya Rp 4,3 miliar di lahan 50.740 meterpersegi. Sebelumnya diperkirakan kekurangan Rp 70,168 miliar, setelah dihitung ulang hanya membutuhkan Rp 58 miliar. Tahap berikutnya masih diupayakan anggarannya untuk membangun tribun stadion, gedung bulutangkis, gedung pengelola, dan fasilitas penunjang lainnya. Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika mengatakan, setelah ada pemenang tender untuk pembangunan lintasan stadion, rekanan tetap bersikeras minta bekerja. “Makanya kelanjutan pembangunan stadion dikerjakan, walau di lokasi zona kuning,” terang Gusti Kartika. *k16

Komentar