nusabali

Buleleng Tergiur Kebun Raya

  • www.nusabali.com-buleleng-tergiur-kebun-raya

Karena hutan di Buleleng memiliki panorama yang tidak kalah dengan hutan di daerah lain.

SINGARAJA, NusaBali
Keramaian kunjungan wisatawan ke objek wisata Kebun Raya Eka Karya, Bedugul, Tabanan, setiap hari, memantik Pemkab Buleleng untuk membuat kebun raya. 

Pemkab Buleleng akan mencanangkan program pembukaan kawasan hutan rakyat menjadi tempat pariwisata. Pencanangan ini menyusul Buleleng dengan letak geografis pegunungan dan laut yang panjang memiliki ratusan hektar hutan rakyat. 

549 hektare hutan diantaranya berada di Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Pemkab menargetkan hutan ini dijadikan kebun raya. Hal tersebut disampaikan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Sabtu (16/1). Namun, pihaknya tak terang-terangan membandingkan kebun raya yang dirancang, sebagaimana keramaian Kebun Raya Eka Karya di Bedugul, Tabanan. 

“Nanti akan coba canangkan memanfaatkan hutan rakyat yang ada untuk kawasan pariwisata. Kita bisa buat semacam kebun raya, tahun depan jika anggaran memadai akan kita coba canangkan,” ujar Agus Suradnyana. 

Ia mengatakan, Buleleng memiliki potensi besar untuk memfungsikan hutan sebagai kawasan pariwisata seperti halnya kebun raya dan bumi perkemahan. Karena hutan di Buleleng memiliki panorama yang tidak kalah dengan hutan di daerah lain. Begitu pula fungsi hutan sebagai penampung air hujan, tidak akan rusak jika dimanfaatkan sebagai kawasan pariwisata. Hal tersebut malah akan membuat pemeliharaan hutan lebih intensif dari sebelumnya.

Buah pemikiran tersebut pun saat ini tengah didiskusikan kepada pihak Desa Selat dan beberapa pemangku wilayah di desa tersebut. “Kami sedang bahas dengan pihak desa dan juga anggota DPR yang ada di kawasan tersebut. Kalau disetujui dan anggaran memadai, itu bisa dikembangkan,” imbuhnya.

Saat ini Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Selat telah mendapatkan izin untuk mengelola hutan rakyat tersebut dari Pemprov Bali. Meski proses perizinan tersebut berjalan cukup a lot. Pengajuan izin pada 2010, dan izin baru dikeluarkan pada 2015 melalui dua kali rekomendasi Menteri Kehutanan.

Untuk menunjang rencana tersebut, Agus Suradnya mengaku saat ini juga tengah mendorong aktivitas konservasi hutan. Sebagai salah satu pelestarian hutan dan menjaga konsentrasi air tanah, juga akan digunakan sebagai media promosi di tingkat internasional.

“Kini tengah ditekankan upaya konservasi hutan. Konservasi laut kita sudah berhasil dan mendapat penghargaan dunia, sekarang tinggal hutannya. Kedepannya penghargaan-penghargaan itu akan kita pakai untuk sarana promosi internasional,” katanya.
Kata Bupati Agus, dengan penghargaan konservasi yang diraih oleh Buleleng, dipastikan dapat meningkatakan kunjungan wisata. Kunjungan ini nantinya dapat meningkatkan perokonomian masyarakat Buleleng. 7k23

Komentar