nusabali

Hunian Hotel di Munduk Mulai Membaik

  • www.nusabali.com-hunian-hotel-di-munduk-mulai-membaik

DENPASAR, NusaBali -Tingkat hunian kamar hotel di Desa Wisata Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng mulai membaik. Dari awalnya nyaris nihil pengunjung, pada April 2024, tingkat kunjungan sudah berada pada kisaran 50 persen. Sebagian besar merupakan wisatawan mancanegara (wisman) dari negara-negara Eropa.

Ketua Ikatan Akomodasi Munduk (IAM) I Ketut Edi Astana, mengucap syukur dengan kembali meningkatnya hunian akomodasi di salah satu desa wisata di kawasan Bali Utara ini. “Selain wisman, tamu domestik juga ada,” ucapnya, Minggu (14/4).

Dikatakan, aktivitas wisata di Desa Munduk sempat jeda, karena kunjungan wisatawan minim. Demikian juga pada saat liburan Natal dan Tahu Baru (Nataru), hunian hotel di Munduk juga sepi. “Sekarang sejak April ini mulai membaik, rata-rata 50 persen,” ungkap Edi Astana.

Dia berharap kunjungan wisatawan ke Bali Utara, khususnya ke Munduk terus meningkat, seiring mendekatnya musim puncak kunjungan wisatawan, pada Juni, Juli, Agustus hingga September mendatang. “Semoga ke depannya terus membaik,” harapnya.

Munduk sendiri sudah dikenal sebagai salah satu desa wisata di kawasan Bali Utara. Desa khas pegunungan dengan pemandangan alam persawahan teras sering, perkebunan dengan hawa yang sejuk merupakan daya tarik Munduk. Selain itu, di Munduk memiliki daya tarik lain, yakn air terjun Munduk serta kawasan hutan Danau Tamblingan.

Sayangnya, meningkatnya kunjungan ke Bali Utara kerap menimbulkan tersendatnya arus lalu lintas (lalin), karena kemacetan di kawasan Bedugul. “Macetnya terkadang sampai ke jalur Wanagiri, banyak tamu yang mengeluh,” ucap Edi Astana.

Menurut Edi Astana, jalur tersebut memang jalur satu-satunya, tidak ada jalan alternatif, kecuali lewat Pupuan (Tabanan). Dia pun berharap ini menjadi perhatian serius dari pihak terkait, supaya masalah kemacetan dapat diantisipasi.

“Ke depan ini yang perlu dipikirkan pihak terkait untuk mengurai kemacetan pada saat puncak keramaian kunjungan,” harap Edi Astana. 7 k17

Komentar