nusabali

Meresahkan, Pelaku Pencuri Pratima Belum Terungkap

  • www.nusabali.com-meresahkan-pelaku-pencuri-pratima-belum-terungkap

SINGARAJA, NusaBali - Polisi belum berhasil mengungkap pelaku pencuri pratima di sejumlah pura di Kabupaten Buleleng. Polres Buleleng tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kasus ini. Bahkan, tim khusus dibentuk untuk mengejar pelaku.

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan, pihaknya menduga pelaku pencurian di beberapa pura itu merupakan orang yang sama. Hal itu didasarkan pada kesamaan pola yakni aksi penjarahan tempat suci itu seluruhnya menyasar uang kepeng dari pratima.

“Bisa saja (pelaku sama) kalau lihat motifnya dan karena targetnya. Namun setelah terungkap baru bisa kami jelaskan,” ujarnya dikonfirmasi Jumat (12/4). Pihaknya telah meminta tim khusus Bhayangkara Goak Poleng bersama Polsek jajaran untuk memburu pelaku.

AKBP Widwan menghimbau, desa adat maupun pengempon pura yang memiliki pratima agar menyiapkan tempat khusus untuk menyimpan pratima-pratima tersebut. “Mungkin pratima berasal dari emas atau uang bolong bernilai tinggi, sehingga memancing pelaku pencurian. Sebaiknya dibuatkan pengamanan khusus terkait pratima ini. Entah diletakan dalam pura, atau dibuatkan tempat suci yg bisa disimpan, saat digunakan saja baru di keluarkan,” kata dia.

Seperti diketahui, pencurian pratima terbaru terjadi di Pura Mas Penyeti, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, raib digondol maling, pada Minggu (7/4) pagi. Sebanyak 5 pasang pratima dari uang kepeng berbahan emas, dua lancangan berupa bokor selaka, dan satu keris pejenengan milik pura setempat raib. Kerugian akibat hilangnya barang-barang itu ditaksir hingga Rp 100 juta.

Kemudian pada Selasa (26/4) pagi, Sebanyak dua buah pratima dan balai bagia yang moncongnya berbahan emas di merajan (pura keluarga) milik warga di Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan/Kabupaten Buleleng raib dari lokasi penyimpanannya. Aksi pencurian ini mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 20 juta.

Sebelumnya krama Desa Adat Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng gempar, Minggu (24/3) pagi. Prajuru adat dan krama yang sudah berkumpul di Pura Dalem Pumahan terkejut melihat dasar bangunan gedong dalam keadaan tercongkel. Akah pedagingan (sarana upacara) yang ditanam di bawah palinggih gedong sudah tidak ditemukan. 7 mzk

Komentar