nusabali

Golkar Bangli Jaring 4 Kandidat Calon Bupati

Ada Sekda hingga Wayan Gunawan

  • www.nusabali.com-golkar-bangli-jaring-4-kandidat-calon-bupati

BANGLI, NusaBali - Partai Golkar Bangli telah melakukan rapat dengan agenda menjaring nama-nama yang akan diusulkan sebagai kandidat calon Bupati Bangli di Pilkada, 27 November 2024 nanti. Ada empat kandidat calon bupati yang diusulkan, yakni Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, anggota DPRD Bali I Wayan Gunawan, Ketua DPD II Golkar Bangli I Gusti Made Winuntara, dan I Made Subrata yang sempat diusung pada Pilkada 2020 lalu.

Ketua DPD II Golkar Bangli, I Gusti Made Winuntara saat dikonfirmasi mengatakan untuk persiapan menyongsong Pilkada pihaknya telah menggelar rapat  untuk menjaring nama-nama calon bupati yang akan diusulkan ke pusat pada, Kamis (4/4) lalu. Dalam rapat yang berlangsung di kantor DPD II Golkar Bangli dan dihadiri pengurus dan beberapa anggota dewan terpilih tersebut memunculkan empat nama bakal calon bupati. "Kami tidak sekadar asal comot, akan tetapi sudah berdasarkan kajian dengan melihat realita politik saat ini di Bangli,” ungkap Gusti Winuntara, Minggu (7/4).

Menurutnya, adapun empat nama yang diusulkan, yakni Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra dan tiga nama dari internal Golkar, yakni I Wayan Gunawan, I Made Subrata dan dirinya sendiri. Disinggung terkait alasan masuknya nama Ida Bagus Giri Putra yang masih berstatus ASN, menurut Gusti Winuntara berkaca dari Pilkada Bangli 2020 lalu. Saat itu IB Giri Putra juga ikut mendaftar menjadi calon bupati Bangli di Partai Golkar berpasangan dengan Sang Nyoman Putra Erawan yang kini anggota DPRD Provinsi Bali terpilih dari PDIP. 

"Kami akan melakukan pendekatan atau komunikasi dengan yang bersangkutan (IB Giri Putra)," kata Politisi asal Kelurahan Bebalang, Kecamatan/Kabupaten Bangli ini. 

Ida Bagus Gde Giri Putra atau Gus Giri adalah adik kandung Bupati Bangli terakhir era Orde Baru (1990-2000) Ida Bagus Gede Agung Ladip. Birokrat asal Griya Brahmana Bukit, Banjar Gunaksa, Kelurahan Cempaga, Bangli ini sempat hendak maju di Pilkada Bangli 2020 lalu dengan mendaftar lewat Partai Demokrat. Namun tak berlanjut menjadi calon yang ditetapkan KPU, sebab saat itu Demokrat memilih berkoalisi dengan PDIP mengusung pasangan Sang Nyoman Sedana Arta-I Wayan Diar. 

Menurut Gusti Winuntara, pada Pileg 2024 lalu Partai Golkar meraih 5 kursi di DPRD Bangli. Dengan hasil itu Golkar Bangli tidak bisa mengusung calon secara mandiri. Untuk bisa mengusung calon harus membangun koalisi dengan parpol lain. 

Diakui, dalam waktu dekat pihaknya akan membahas masalah koalisi dengan partai lainnya. Dia berharap koalisi yang sudah terbangun dalam Pilpres (Koalisi Indonesia Maju) bisa diterapkan saat Pilkada di daerah-daerah, termasuk di Bangli. 

"Dari pusat belum ada instruksi terkait koalisi, kami berharap koalisi yang terbangun dalam Pilpres bisa tetap bertahan, namun demikian kami dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan pimpinan partai politik membahas masalah koalisi,” kata Gusti Winuntara. 

Seperti diketahui pada Pileg 2024 ini, Golkar hanya berhasil meraih 5 kursi (16,67 persen) dari total 30 kursi DPRD Bangli. Peraih kursi di DPRD Bangli sendiri didominasi oleh PDIP, yakni 20 kursi (66,67%). Sementara partai lainnya Demokrat meraih 2 kursi (6,67%), NasDem meraih 2 kursi (6,67%), dan Gerindra memperoleh 1 kursi (3,33%). 

Dengan hasil Pileg ini, hanya PDIP yang sudah mengantongi tiket untuk mengusung calon secara mandiri di Pilkada, 27 November 2024 mendatang. Sementara parpol lainnya harus membangun koalisi untuk bisa mengusung pasangan calon. Seperti diketahui untuk bisa mengusung calon secara mandiri di Pilkada, partai politik minimal harus memiliki 20 persen kursi DPRD. 

Untuk DPRD Bangli yang memiliki jumlah total 30 kursi, parpol minimal harus mengamankan 6 kursi DPRD atau 20,00 persen untuk bisa mengusung calon secara mandiri. 7 esa

Komentar