nusabali

Menghindari Kondisi Hipoglikemia

  • www.nusabali.com-menghindari-kondisi-hipoglikemia

TINDAKAN penanganan perlu dilakukan saat muncul gejala hipoglikemia atau kadar gula darah dalam tubuh di bawah batas normal. Hipoglikemia merupakan kondisi kadar gula darah lebih rendah dari 70 mg/dL dan ditandai gejala ringan seperti lemas, gemetar dan jantung berdebar-debar. Lalu muncul keringat dingin, pucat hingga berat antara lain kejang dan hilangnya kesadaran.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RSUPN dr Cipto Mangunkusumo dr Syahidatul Wafa SpPD, menyebutkan hipoglikemia bisa disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya asupan makan yang tidak sebanding dengan dosis obat gula darah atau melakukan banyak aktivitas fisik tanpa dibekali dengan makan yang cukup. 

“Pengeluaran cadangan glukosa melebihi dari asupan, jadi banyak yang keluar dibandingkan yang masuk," kata Wafa dilansir dari antaranews, Sabtu (30/3/2024).

Dia menekankan penyandang hipoglikemia harus mengenali gejala-gejala dari kondisi tersebut seperti keluar keringat dingin, jantung berdebar, hingga merasakan sensasi pusing berputar atau terasa akan pingsan.

Saat merasakan gejala-gejala tersebut, kata Wafa, tubuh harus sesegera mungkin mendapatkan asupan gula, bisa dengan cara meminum larutan gula atau mengonsumsi permen manis.

"Kalau ada gejala hipoglikemia harus buru-buru minum larutan gula, atau kalau gak ada larutan gula makan permen yang bisa dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh untuk mencegah terjadinya kekurangan zat gula bagi otak kita," ujar Wafa.

Setelah dilakukan tindakan penanganan, penyandang hipoglikemia dianjurkan untuk mendapatkan asupan makanan dan mengevaluasi kondisi tubuh untuk menentukan penyebab gejala hipoglikemia bisa muncul.

"Dievaluasi kenapa bisa hipoglikemia bisa karena makannya kurang atau dosis obatnya terlalu tinggi dan lain-lain," ujarnya.

Menurut Wafa, kondisi hipoglikemia jangan sampai terjadi secara berulang karena tidak baik bagi kesehatan otak dan jantung. Hipoglikemia yang berulang memicu penyakit berat di antaranya stroke, demensia, hingga gangguan jantung.

"Jadi kejadian hipoglikemia tidak sepele perlu diatasi segera, dikenali penyebabnya, dan diatur atau dikendalikan penyebabnya sehingga tidak terjadi berulang," katanya. 

Penanganan hipoglikemia didasarkan gejalanya yakni ringan atau berat. Gejala ringan bisa ditangani dengan memberi pasien makanan dengan kadar gula tinggi.

10-20 gram atau 2-3 sendok makan, bisa juga bentuk tablet, jelly, permen, minum 150-200 cc minuman yang mengandung gula seperti teh atau jus buah segar. Setelah 15-20 menit mengonsumsi gula, pasien perlu kembali memeriksakan kadar glukosa darahnya.

Sementara pada pasien hipoglikemia berat, apalagi hingga tidak sadarkan diri, maka orang terdekat pasien harus cepat membawanya ke rumah sakit. Penanganan terbaik pada pasien seperti ini adalah dengan memberikan glukosa melalui infus dan ini harus dengan pengawasan medis. 7

Komentar