nusabali

Senggolan Marc Marquez dan Bagnaia Harusnya Tak Perlu Terjadi

Ducati Minta Gaya Balapan Enea Bastianini Lebih Agresif seperti The Baby Alien

  • www.nusabali.com-senggolan-marc-marquez-dan-bagnaia-harusnya-tak-perlu-terjadi

MADRID, NusaBali - Insiden senggolan antara Marc Marquez dan Francesco Bagnaia di MotoGP Portugal 2024 seharusnya tak perlu terjadi. Menurut Jorge Lorenzo, salah satu pembalap mestinya paham dan lebih menahan diri.

Ya, senggolan antara Marquez dan Bagnaia terjadi pada putaran 23 dari 25 di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao, Portugal, Minggu (24/3) malam WITA. Keduanya saat itu tengah memperebutkan posisi lima.

Marquez awalnya hendak mendahului Bagnaia dari sisi dalam tikungan. Namun, The Baby Alien sedikit keluar jalur dan Pecco mencoba kembali membalas manuver.  Sayangnya, keputusan Bagnaia itu berakibat fatal bagi keduanya. Senggolan itu menyebabkan sang juara dunia bertahan gagal finis.  Sedangkan Marquez melanjutkan balapan dan finis di posisi 16.

Lorenzo menyatakan Marquez tidak bersalah dalam insiden itu. Jika harus menunjuk jari, maka Bagnaia layak untuk disalahkan. Menurut Lorenzo, seseorang saat menyalip yang lain, tidak memiliki pandangan utuh akan apa yang terjadi. 

“Justru, yang ada di belakang, dalam hal ini Bagnaia, bisa melihat keinginan Marquez kembali ke jalurnya," kata Lorenzo, di Crash, Minggu (31/3).

"Jadi, dalam situasi ini, Pecco satu-satunya yang dapat menghindari insiden itu dengan membiarkan Marquez lewat di tikungan itu, untuk kembali menyalipnya lagi," urai pria asal Spanyol itu.

Menariknya, Lorenzo justru memuji keputusan steward yang tidak menjatuhkan hukuman kepada Bagnaia atau Marquez. Keputusan pengawas balapan ketika itu adalah senggolan yang terjadi karena racing incident.

”Bagnaia membuka gas sedikit di atas normal untuk memaksa Marquez, tetapi ruang kosongnya terlalu sedikit. Keduanya punya keinginan yang sama, yakni menjadi yang lebih dulu keluar tikungan," kata Lorenzo.

Sementara itu, manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi geregetan melihat gaya balapan Enea Bastianini yang tidak agresif. Padahal, Tardozzi percaya Bastianini mampu bersinar pada MotoGP 2024 ini jika memiliki gaya balapan yang lebih agresif, seperti halnya ‘The Baby Alien’ Marc Marquez.

Bastianini sejatinya tampil baik di dua awal MotoGP 2024. Pada seri pembuka di MotoGP Qatar 2024, Bastianini sukses finis di urutan kelima. Lalu di MotoGP Portugal 2024, Bastianini menjadi runner-up setelah sempat meraih pole position di seri kedua tersebut. 

Berkat penampilan bagus itu, kini Bastianini bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara pembalap MotoGP 2024 dengan 39 poin.

Bastianini tertinggal 21 poin dari Jorge Martin (Pramac Ducati) di peringkat pertama dalam klasemen pembalap tersebut. 

Data-data tersebut membuktikan betapa baiknya Bastianini mengawali MotoGP 2024 ini. Namun Tardozzi masih belum puas. Sebab dia menilai kemampuan Bastianini saat ini sanggup bersaing memerebutkan gelar juara MotoGP.

Tardozzi menilai sejauh ini pembalap itu kesulitan bersaing di barisan terdepan karena tak seagresif Marquez. Padahal jika Bastianini berani ambil risiko dan tampil agresif, Tardozzi percaya anak buahnya itu bisa menjad penantang kuat juara MotoGP 2024.

“Menurut saya Enea harus mengubah sikapnya (ketika balapan). Dia harus lebih agresif. Karena dia kerap tidak mampu menyalip lawannya,” ujar Tardozzi, dikutip dari Crash, Minggu.

Menurut Tadozzi, bukan karena Bastianini mengerem lebih awal. Sebab masalah MotoGP adalah level motor dan pembalapnya sangat tinggi, dan itu membuatnya sama kuat.

“Jadi untuk menyalip, harus melakukan seperti apa yang dilakukan Marc Marquez terhadap Jorge Martin. Harus lebih agresif. Saya pikir Enea memahami hal tersebut,” kata Davide Tardozzi, mengakhiri. *

Komentar