nusabali

Puskesmas di Tabanan Kekurangan Dokter

  • www.nusabali.com-puskesmas-di-tabanan-kekurangan-dokter

Dokter kontrak di daerah terpencil mendapat insentif Rp 5 juta per bulan. Sementara dokter kontrak di kawasan kota mendapat insentif Rp 3,5 juta per bulan

TABANAN, NusaBali

Jumlah dokter di setiap puskemas di Kabupaten Tabanan masih kurang. Di setiap puskesmas yang tersebar di 10 kecamatan rata-rata kekurangan 1 dokter. Kondisi ini diperparah dengan dokter yang berhenti mengabdi dengan alasan pendidikan. Ada pula dokter yang menolak ditempatkan di desa terpencil seperti di wilayah Kecamatan Pupuan dan Kecamatan Selemadeg Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika membenarkan di setiap puskesmas masih kekurangan dokter. Dikatakan, puskesmas rawat inap idealnya ada 5 dokter, pada puskesmas pasiennya ramai harus ada 3 dokter. “Tapi kondisi kami di Tabanan masih kekurangan dokter di setiap puskesmas,” terang dr Suratmika, Selasa (25/7).

Dikatakan, setiap puskesmas idealnya ada tiga dokter yang ditugaskan sebagai administrasi, 1 dokter keliling ke puskesmas pembantu, dan 1 dokter kunjungan keliling. Para tamatan fakultas kedokteran diharapkan melamar ke Dinas Kesehatan Tabanan untuk ditempatkan di Kecamatan Pupuan dan Kecamatan Selemadeg Barat yang dipersiapkan menjadi puskemas rawat inap.

Dikatakan, kasus puskesmas kekurangan dokter disebabkan banyaknya dokter umum yang mengikuti pendidikan spesialis. Jumlah dokter yang tugas di puskesmas mengikuti pendidikan spesialis hampir 30 persen. “Kami tidak bisa melarang dokter mengikuti pendidikan spesialis karena itu hak,” tandas dr Suratmika. Kekurangan dokter di puskesmas disiati dengan menempatkan dokter non PNS dan melatih para perawat. “Kami sudah latih perawat untuk menggantikan dokter di puskesmas. Jika ada kasus gawat darurat rujuk ke BRSUD Tabanan,” imbuhnya.

Terpisah, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengharapkan putra daerah mau mengabdi di Puskesmas Pupuan dan Puskesmas Selemadeg Barat. Ditegaskan, intensif dokter di daerah terpencil dengan di kota dibedakan. Dokter kontrak di daerah terpencil mencakup Kecamatan Baturiti, Selemadeg Barat, dan Pupuan mendapat insentif Rp 5 juta per bulan. Sementara dokter kontrak di kawasan kota mendapat insentif Rp 3,5 juta per bulan. Bagi yang mau melamar dokter dan tugas di Puskesmas Pupuan dan Puskesmas Selemadeg Barat akan diangkat sebagai tenaga kontrak. “Ayolah masyarakat di Pupuan dan Selemadeg Barat, pulanglah untuk mengabdi karena Tabanan masih kekurangan dokter,” pinta Bupati Eka Wiryastuti. *d

Komentar