nusabali

Kecelakaan Beruntun, Avanza Ringsek

  • www.nusabali.com-kecelakaan-beruntun-avanza-ringsek
  • www.nusabali.com-kecelakaan-beruntun-avanza-ringsek

NEGARA, NusaBali - Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Umum Denpasar - Gilimanuk, tepatnya di Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Kamis (18/1) sore. Kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa. Namun sebuah mobil Avanza yang terlibat dalam kecelakaan beruntun itu berkahir ringsek.

Empat kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut, yakni bus Mercedes Benz nopol D 7755 JH, truk Isuzu nopol P 9434 VI, mobil Avanza nopol A 1133 XV, dan bus Hino nopol DK 7162 GH. Kecelakaan melibatkan dua buah bus, sebuah truk dan sebuah minibus itu diperkirakan mengakibatkan kerugian materiel mencapai Rp120 juta.

Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yusuf Dwi Atmodjo mengatakan, kecelakaan beruntun itu terjadi pada Kamis (18/1) sekitar pukul 18.00 Wita. Kronologis kejadian bermula saat keempat kendaraan melaju beriringan dari arah timur ke barat atau dari arah Denpasar ke Gilimanuk. Posisi dari paling depan adalah bus Mercedes Benz, kemudian truck Isuzu, mobil Avanza, dan paling belakang adalah bus Hino.

Foto: Truk Isuzu Nopol P 9434 VI yang ikut terlibat dalam kecelakaan beruntun. -IST

Saat mendekati TKP, lanjut Kasat AKP Yusuf, tiga kendaraan yang di depan memperlambat kecepatan kendaraannya dan melakukan pengereman. Namun kendaraan paling belakang, yakni bus Hino yang dikemudian oleh Pian Sopian, 39, asal Bandung Barat, Jawa Barat, tetap melaju sehingga terjadi tabrakan beruntun.

"Nihil korban (luka maupun jiwa). Hanya kerugian materiel. Yang mobil Avanza mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan dan belakang. Sementara tiga kendaraan lainnya mengalami kerusakan ringan," ujar AKP Yusuf.

Mobil Avanza yang mengalami ringsek dalam kecelakaan beruntun itu dikemudikan oleh  Nanang Setiawan, 38, warga Kelurahan/Kecamatan Sukomanunggul, Surabaya, Jawa Timur. Terkait kerusakan mobil Avanza itu pun disepakati ganti rugi dari pihak bus yang menjadi pemicu kecelakaan tersebut.

"Sopir bus yang menjadi pemicu tabrakan mengaku tidak bisa mengerem. Kemungkinan sopir busnya itu juga kurang hati-hati, tidak menjaga jarak aman," ucap AKP Yusuf.7ode

Komentar