nusabali

Penanganan Keretakan Tebing Pura Uluwatu Tunggu Feasibility Study

  • www.nusabali.com-penanganan-keretakan-tebing-pura-uluwatu-tunggu-feasibility-study

MANGUPURA, NusaBali - Proses penanganan keretakan tebing di Pura Luhur Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, masih dalam tahap Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan. Dua metode kajian yang dilakukan yaitu batimetri dan geolistrik.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung AA Rama Putra, menjelaskan FS saat ini masih dalam proses. Diperkirakan, hasil penilaian akan keluar pada Jumat (17/11) mendatang. Meski demikian, dia memperkirakan jika pengerjaan fisik di lapangan akan dimulai pada 2024 dengan pertimbangan keterbatasan waktu.

“Metode kajian ini akan memberikan dasar bagi pekerjaan fisik, termasuk teknik ‘menggendong’ yang melibatkan pengeboran di area Jaba Sisi Pura. Kawat bendrat yang digunakan untuk pengikatan tebing akan diselimuti dengan tanaman, sehingga keberlanjutan lingkungan dan aspek estetika tetap terjaga,” jelas Putra, Senin (13/11).

Selain itu, lanjutnya, lapisan bawah tebing akan dibangun revertment dan breakwater yang bertujuan untuk mengantisipasi penurunan tebing akibat hantaman ombak. Kedua pekerjaan ini diarahkan untuk mencegah korosi tebing dan meredam arus gelombang di dasar tebing.

Koordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia pun, kata Putra, telah dilakukan secara intens. Hal ini untuk memastikan bahwa penanganan tebung Pura Uluwatu dapat berjalan lancar dengan dukungan sejumlah pihak.

“Pemantauan secara intensif atas keretakan tebing ini terus dilakukan oleh Bupati I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati I Ketut Suiasa, dan Sekda I Wayan Adi Arnawa. Kami menjalankan tindakan ini sebagai respons terhadap situasi darurat, dan kami yakin mendapatkan dukungan penuh karena pekerjaan ini untuk kepentingan umum,” kata Putra. 7 ol3

Komentar