nusabali

Siswi SMPN 13 Denpasar Meninggal di Ruang Kelas

Nia Dikenang Rajin, Suka Membantu Ortu di Rumah

  • www.nusabali.com-siswi-smpn-13-denpasar-meninggal-di-ruang-kelas

DENPASAR, NusaBali
Seorang siswi kelas VIII G SMP Negeri 13 Denpasar bernama Ni Kadek Nia Sugiartini,14, meninggal dunia di lantai III ruangan kelasnya, Rabu (12/10) pukul 11.00 Wita.

Sebelum menghembuskan napas terakhir siswi yang tinggal di Banjar Tegalbuah, Desa Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat itu pingsan. Dia pingsan setelah tiba-tiba jatuh saat di dalam ruang kelas sepulang dari perpustakaan.

Pada saat awal pingsan, di ruangan kelas tersebut sedang tidak ada guru. "Pada saat kejadian sedang jam sekolah. Korban mengenakan baju batik warna biru, rok warna biru dan sepatu warna hitam. Pakaian yang dikenakan korban adalah pakaian seragam sekolah yang mereka gunakan saat itu," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi dalam keterangan persnya, Kamis (13/10) pagi.

Keterangan dari salah seorang guru, mengetahui peristiwa pingsannya korban dari siswa. Menerima laporan tersebut, guru lalu mendatangi ruangan kelas. "Pada saat itu guru dan siswa lalu membawa korban ke ruangan kepala sekolah untuk diberikan pertolongan pertama," ungkap Iptu Ketut Sukadi.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas 2 Denpasar Barat. Setelah diperiksa oleh dokter di sana, korban sudah dinyatakan telah meninggal dunia. Setelah mendapat informasi tentang adanya peristiwa tersebut, aparat Polsek Denpasar Barat mendatangi lokasi TKP untuk melakukan langkah-langkah kepolisian. Tim Inafis Polresta Denpasar juga datangi lokasi TKP untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

"Hasil periksaan terhadap jenazah korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik kekerasan benda tumpul maupun benda tajam. Pada mulut ditemukan luka lecet akibat jatuh ke lantai. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Jalan Gunung Seraya Nomor 64 Banjar Tegalbuah, Denpasar Barat," beber Iptu Ketut Sukadi.

Nia merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Nengah Sumadi dan Nyoman Wari. Di lingkup keluarga, Nia dikenal sebagai anak periang. Suka membantu ibu dan bapaknya saat berada di rumah. Semua itu kini tinggal kenangan.

Sehari setelah peristiwa yang menyedihkan itu, orangtua dan keluarga langsung lakukan kremasi jenazah Nia di Krematorium Santha Yana, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara pada Wraspati Paing Dukut, Kamis (13/10). Ibu korban, yakni Nyoman Wari kepada wartawan yang datang ke lokasi kremasi kemarin enggan bercerita banyak. Dia terlihat sedih dan sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa anaknya tersebut. "Anak saya itu tidak ada masalah dan sehat-sehat saja saat berangkat dari rumah ke sekolah. Dia sudah sarapan sebelum berangkat ke sekolah," ungkap Nyoman Wari seusai gelar upacara kremasi kemarin.

Terpisah Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini mengatakan siswinya dikenal sebagai sosok cukup pendiam di sekolah. Sementara dalam hal akademik siswi ini dapat mengikuti pelajaran dengan baik. “Selama ini, anak ini adalah sosok yang pendiam. Untuk akademik juga biasa saja, cukup baik,” jelas Kasek Sukarini saat dihubungi, Kamis kemarin.

Diketahui siswi tersebut sempat pingsan setelah istirahat jam kedua. Saat ini jenazah sudah dikremasi di Krematorium Santa Yana (Cekomaria) pada, Kamis pukul 08.00 Wita. Guru dan sejumlah siswa juga datang melayat. “Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wali Kelas siswi bersangkutan dan beberapa siswa datang melayat. Meskipun demikian proses pembelajaran tetap berjalan. "Siswa belajar seperti biasa sekarang," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar, AA Gede Wiratama saat dihubungi mengatakan jajarannya sudah turun ke sekolah dan sebagian juga melayat ke tempat kremasi. Wiratama mengatakan sehabis istirahat jam kedua dan masuk ke kelas, siswi tersebut tiba-tiba pingsan dan jatuh ke lantai. Oleh guru dan temannya, siswi tersebut dibawa ke ruang kepala sekolah dan diberi minyak angin. Kemudian untuk pertolongan awal siswi tersebut dibawa ke Puskemas.

"Saat di puskesmas sempat dibantu alat pacu jantung, tapi detak jantungnya sudah tidak ada. Tadi pagi (kemarin) sudah dikremasi. Perwakilan siswa, guru-guru juga ada yang ke sana," ujarnya. Sementara Kapolsek Denpasar Barat, Kompol I Made Hendra Agustina dikonfirmasi terpisah kemarin siang mengatakan korban terjatuh di dalam ruangan kelas itu bukan karena didorong oleh temannya atau jatuh saat bermain. Korban tiba-tiba terjatuh ke lantai hingga wajahnya membentur lantai.

Kapolsek juga mengaku telah meminta keterangan dari para guru dan teman-teman korban. Berdasarkan keterangan dari mereka semua pada intinya kejadian itu tidak terduga pemicunya. Tiba-tiba saja korban jatuh dan pingsan hingga akhirnya meninggal dunia.

"Teman-teman korban mengaku pada saat korban terjatuh tidak ada yang dorong atau sedang bermain. Pada saat itu korban baru pulang dari perpustakaan. Sementara keterangan dari guru, sebelum kejadian, korban mengikuti pelajaran dengan baik. Tidak ada tanda-tanda yang aneh," ungkap Kompol Made Hendra. *pol, mis

Komentar