nusabali

Kapal Ferry Terjang Jaring Nelayan, Kerugian Capai Jutaan Rupiah

  • www.nusabali.com-kapal-ferry-terjang-jaring-nelayan-kerugian-capai-jutaan-rupiah

AMLAPURA, NusaBali
Rute kapal dari Jawa Timur Tanjung Perak (Surabaya)-Lembar (NTB) yang melalui perairan Bali acapkali menerabas jaring nelayan Kabupaten Karangasem.

Nilai kerugian pun tidak kecil, karena mencapai Rp 1,5 juta. "Sulit saya menghindar, saat membentangkan jaring, datang kapal melintas, terutama pukul 05.00-06.00 Wita," jelas Sahabudin, nelayan di Pantai Banjar Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kamis (24/2).


Kerugian makin besar saat  nelayan membentangkan dua jarring. Ketika diseruduk kapal yang ‘numpang lewat’, kerugian bisa dua kali lipat, Rp 3 juta.

Padahal para nelayan harus menebar jaring pagi-pagi, karena ikan banyak  di pagi gari. "Pernah ada dua nelayan berupaya menyelamatkan jaringnya saat ada kapal ferry melintas, nyaris tewas diserempet kapal," tambahnya.

Nelayan berharap, agar jalur kapal diubah, sehingga tidak lagi menyeruduk jaring yang tengah dibentangkan. Modal nelayan hanya jaring, sedangkan jaring ditabrak kapal, modalnya lenyap.

Bukan saja keluhan nelayan muncul di Pantai Banjar Ujung Pesisi, juga terjadi di Pantai Banjar Batudawa, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu.

Sementara itu Kasatpol Airud Polres Karangasem AKP I Gusti Agung Bagus Suteja mengaku dapat aspirasi dari nelayan belakangan ini, yang melaporkan jaring nelayan dirusak kapal ferry. "Kapal itu kan memiliki jalur tersendiri di laut, tidak bisa diubah. Sebenarnya jaring nelayan yang diseruduk kapal itu, membahayakan kapal. Kalau saja jaring nelayan merusak baling-baling, kapal bisa tenggelam," jelasnya.

Selama ini kapal yang melintas dari Ketapang-Lembar (7 kapal), Tanjung Perak-Lembar (1 kapal), dan Tanjung Wangi- Lembar (2 kapal). Semuanya melintasi perairan utara Bali. *k16

Komentar