nusabali

Paslon Pilih Blusukan dan Sembahyang

  • www.nusabali.com-paslon-pilih-blusukan-dan-sembahyang

Tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan berakhir pada, Sabtu (5/12) mendatang, termasuk di Denpasar. 

Tak Ada Kampanye Terbuka di Pilkada Denpasar

DENPASAR, NusaBali
Namun kesempatan menggelar kampanye terbuka tidak dimanfaatkan dengan maksimal oleh tiga pasangan calon (paslon) Walikota-Wakil Walikota Denpasar, yakni IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara, Ketut Resmiyasa-IB Batu Agung Antara, dan I Made Arjaya-AA Ayu Rai Sunasri.

"Sepertinya nggak ada kampanye terbuka di Denpasar. Sejauh ini belum ada pasangan calon yang menyatakan akan menggelar kampanye terbuka," tegas Ketua KPU Denpasar, I Gede John Darmawan saat dikonfirmasi, Selasa (1/12). Menurutnya KPU Denpasar tidak terlibat langsung jika pasangan calon melakukan kampanye terbuka. Termasuk dari anggaran dana, sepenuhnya disiapkan oleh tim pemenangan masing-masing pasangan calon. 

"Jika ada kampanye terbuka, KPU tidak menyiapkan dana. Itu sepenuhnya kegiatan tim kampanye," jelasnya. Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Tim Pemenangan paslon nomor urut 1 Dharma-Negara, I Gusti Ngurah Gede mengatakan kampanye terbuka dengan pengerahan masa tidak efektif diterapkan pada situasi saat ini. 

"Kampanye terbuka kita ganti dengan persembahyangan memanfaatkan momen rahina Banyupinaruh kemarin, mohon kerahayuan, pilkada berjalan baik sekaligus mendengarkan dharma wacana. Tidak ada pengerahan masa, karena tidak efektif," jelasnya. Persembahyangan dilakukan pada, Minggu (29/11) di Pura Jagatnatha lewat gelaran Nyurud Ayu.

Sementara paslon 2, Ketut Resmiyasa-Batu Agung mengatakan terkait kampanye terbuka pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada tim pemenangan. "Masalah kampanye masih menunggu dari ketua tim pemenangan," ujar Resmiyasa. Sedangkan paslon 3, Made Arjaya-Rai Sunasri mengatakan tidak melakukan kampanye terbuka untuk menjaga kondusifitas warga Kota Denpasar. 

"Seperti kita ketahui, masyarakat Denpasar dominan bekerja. Jadi kita tidak ingin menyita waktu mereka untuk mengikuti kampanye terbuka. Pengerahan massa juga kurang efektif, kami lebih memilih blusukan ke pasar-pasar dan simakrama ke banjar-banjar. Karena bisa bertatap muka langsung dengan masyarakat. Lebih dekat dengan masyarakat," ujarnya. 7 nv

Komentar