nusabali

Lomba Pedau Jadi Wahana Pariwisata Danau Buyan

  • www.nusabali.com-lomba-pedau-jadi-wahana-pariwisata-danau-buyan

Lomba Dayung Pedau Singa, dalam gelaran Twin Lake Festival (TLF) VI, kembali digelar, Kamis (4/7) pagi di Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.

SINGARAJA, NusaBali

Lomba ini pun tetap menjadi daya tarik pengunjung TLF, karena melibatkan banyak tim. Kali ini, lomba Dayung Pedau Singa diikuti oleh 42 tim, dengan dua kategori, umum dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Masing-masing tim berjumlah 21 orang. Untuk kategori SKPD diikuti oleh 30 tim, dan kategori umum diikuti oleh 12 tim, dari kelompok nelayan dan pemuda Buyan.

Dalam perlombaan ini, pihak panitia menyiapkan berbagai persiapan untuk perlombaan yang merupakan khas pagelaran Twin Lake Festival ini. Di antaranya, tiga unit pedau singa dengan perlengkapannya, dan sarana pendukung seperti tim medis. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan para peserta yang mengikuti perlombaan ini.

Lomba dayung pedau singa ini dibuka oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. Dalam perlombaan kali ini, panitia menghadirkan 5 orang juri yang terdiri dari 3 orang dari KONI Buleleng, HNSI 1 orang, dan dari Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng 1 orang.

Dalam lomba Dayung Pedau tahun ini, kategori SKPD juara 1 dimenangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH), disusul Dinas Perikanan, dan juara 3 diraih oleh Dinas PUPR. Sedangkan kategori umum, juara 1 diraih oleh Kelompok Nelayan Sari Sedana, Desa Pancasari, juara 2 Pemuda Buyan, dan juara 3 dari kelompok Kube Segara Sejahtera, Desa/Kecamatan Kubutambahan.

Untuk juara pertama mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 8 juta, topi dan piagam, juara kedua Rp 6 juta, trofi dan piagam, juara ketiga Rp 4 juta, dan harapan I Rp 2,5 juta, harapan II Rp 2 juta, dan harapan III Rp 1,5 juta.

Ketua Panitia Ni Made Arnika menjelaskan, lomba pedau ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata alam di kawasan Danau Buyan dan Tamblingan. Selain itu, perlombaan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan untuk turut menjaga kelestarian alam danau Buyan dan Tamblingan. “Kegiatan ini menjadi sebuah kegiatan untuk menambahkan kegiatan wahana danau untuk menunjang pariwisata,” ungkapnya.

Sementara Bupati Buleleng Agus Suradnyana berharap lomba dayung pedau singa ini mampu menjadi inspirasi bagi para pemuda agar lebih menghargai lingkungannya. Namun, Danau Buyan ini tidak bisa digunakan untuk olahraga seperti dayung pedau secara terus menerus, mengingat fluktuasi tingkat ketinggian air yang berbeda-beda. “Yang bisa dilakukan hanya sebatas restocking ikan dan juga menikmati alamnya,” ujar Agus Suradnyana.*k19

Komentar