nusabali

Puluhan Petani Mesadu ke Dewan

Sulit Dapat Solar Subsidi Meski Berbekal Surat Rekomendasi

  • www.nusabali.com-puluhan-petani-mesadu-ke-dewan

DPRD Badung akan bersurat ke pihak terkait agar melayani pembelian solar bersubsidi memakai jerigen dari petani, terutama yang memiliki surat rekomendasi.

MANGUPURA, NusaBali
Puluhan petani yang tergabung dalam Komunitas Tani Badung mengaku kesulitan membeli solar subsisi di SPBU untuk keperluan alat pertanian mereka. Meski sudah berbekal surat rekomendasi dari Dinas Pertanian dan Pangan Badung, fakta di lapangan pembelian solar subsidi dipersulit dan berbelit-belit. Kondisi ini yang menyebabkan mereka mesadu ke Gedung DPRD Badung, Senin (26/9).

Puluhan petani diterima langsung oleh Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Sedangkan dari Dinas Pertanian dan Pangan Badung turut hadir Kabid Sarana dan Prasarana Gede Widiartha Negara. Dalam kesempatan tersebut, Wayan Romi Arta sebagai perwakilan petani, mengatakan saat ini hampir semua petani kesulitan untuk membeli solar subsidi. Sebagai petani yang bekerja menggunakan mesin alat pertanian, solar merupakan kebutuhan utama. “Kalau solar saja kami tidak dapat beli, bagaimana kami kerja?,” katanya.

Romi mengaku, padahal dalam pembelian BBM bersubsidi jenis solar, mereka sudah menunjukan surat rekomendasi dari Dinas Pertanian dan Pangan Badung. Namun sangat disayangkan, rekomendasi tersebut kerap kali diacuhkan dengan berbagai alasan. Romi dan petani lainnya sangat menyayangkan berbelit-belitnya aturan dalam pembelian solar bersubidi tersebut. “Sudah bawa surat (rekomendasi Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Red), tapi ditolak. Katanya harus ada surat A surat B dan seterusnya. Aturan dari pemerintah sudah jelas. Sebagai petani, kami sudah tunduk, sudah pegang surat rekomendasi dari dinas. Tapi fakta di lapangan kami tetap dipersulit,” tuturnya.

Dia mewakili para petani, berharap DPRD Badung memberikan solusi terbaik dan dapat diperjuangkan. “Kami berharap bisa segera dicarikan solusi, agar petani yang membeli solar untuk alat pertanian bisa dipermudah. Kami berharap ada solusi tepat yang tidak memberatkan petani,” harap Romi.

Ketua DPRD Badung Putu Parwata usai mendengarkan keluhan para petani, mengatakan akan segera menindaklanjuti keluhan petani dan akan bersurat ke pihak terkait agar melayani pembelian solar bersubsidi memakai jerigen dari petani, terutama yang telah memiliki rekomendari dari Dinas Pertanian dan Pangan Badung. “Dengan memberikan kemudahan membeli solar subsidi, para petani tidak terhambat dalam mengolah lahan pertaniannya,” katanya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Gede Widiartha Negara, mengaku kesulitan dalam membuat format rekomendasi pembelian solar bersubsidi, karena masing-masing SPBU kebijakannya tidak seragam. Pihaknya pun mengakui mendapat keluhan para petani terkait fakta di lapangan yang memang mereka sulit mendapat solar subsidi.

Walau begitu, dia menegaskan dinas sendiri tidak pernah menghambat keluarnya surat rekomendasi. Bahkan surat rekomendasi yang sebelumnya berlaku tiga bulan, kini diperpanjang menjadi enam bulan. Ini supaya petani tidak bolak balik ngurus administrasi. “Untuk rekomendasi kami di dinas tidak pernah menghambat. Paling lambat dua hari sudah keluar,” katanya.

Dikatakan, pembelian solar subsidi untuk petani sejatinya tidak ribet, cukup hanya berbekal rekomendasi dari dinas itu saja. “Kasus terbaru kan yang di Kuta Utara. Petani tidak dikasi sama sekali, karena (rekomendasi Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Red) tidak diakui. Setelah kita koordinasikan akhirnya surat rekomendasinya minta diubah dari sebelumnya boleh membeli solar 350 liter sekarang menjadi 150 liter per bulan,” jelasnya. *ind

Komentar