nusabali

Pemkab Tak Bisa Suntik Dana Lantaran Terbentur Aturan

Perumda Pasar MGS Kesulitan Biaya Operasional

  • www.nusabali.com-pemkab-tak-bisa-suntik-dana-lantaran-terbentur-aturan

MANGUPURA, NusaBali
Penutupan Pasar Hewan Beringkit, Kecamatan Mengwi, memberikan dampak besar bagi Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS).

Sebab kebutuhan operasional perusahaan plat merah ini cukup besar. Untuk operasional saja setidaknya dibutuhkan Rp 1 miliar tiap bulan. Bahkan, rencana pemerintah memberikan suntikan dana tak bisa dilakukan lantaran terbentu aturan.

Jajaran direksi mengaku sudah melaporkan masalah ini ke Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Namun, lantaran terbentur aturan niat memberikan suntikan dana tak bisa terealisasi. “Bapak Bupati memang sempat menyampaikan akan memberikan bantuan dana untuk membantu operasional perusahaan. Akan tetapi setelah dilakukan kajian hal tersebut tidak bisa dilakukan. Kalau memberikan penyertaan modal, belum ada Perdanya, sedangkan memberikan bantuan operasional langsung terbentur aturan,” kata Direktur Utama Perumda Pasar MGS I Made Sukantra saat dikonfirmasi, Jumat (16/9) petang.

Sebagai upaya menyiasati untuk menutupi biaya operasional, pihaknya saat ini memaksimalkan pendapatan dari sejumlah pasar lainnya. “Masih ada pemasukan dari Pasar Umum di Beringkit, Pasar Kuta, termasuk pasar senggol,” kata Sukantra. Dari pemasukan itulah pihaknya untuk sementara masih bisa menutup operasional termasuk gaji karyawan.

Namun, dari hitung-hitungan untuk 4 bulan ke depan setidaknya Perumda Pasar MGS membutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar. Sebab, dari upaya yang dilakukan hanya mencukupi setengah dari kebutuhan dalam sebulan. “Kebutuhan per bulan itu sekitar Rp 1 miliar. Dari upaya yang kita lakukan, masih kurang lagi sekitar Rp 500 juta. Jadi dalam beberapa bulan ke depan hingga Desember, kami masih kurang lagi sekitar Rp 2 miliar,” jelas Sukantra.

Pihaknya berharap penutupan Pasar Hewan Beringkit, akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), bisa segera dibuka kembali. Dengan begitu tidak keteteran lagi terkait biaya operasional.

Untuk diketahui, penutupan Pasar Hewan Beringkit telah berlangsung sejak tanggal 5 Juli sampai 19 Juli 2022. Karena situasi PMK di Bali masih merebak, kemudian penutupan diperpanjang hingga 1 Agustus 2022. Bahkan penutupan dari 1 Agustus diperpanjang lagi hingga waktu yang belum ditentukan.

Perpanjangan penutupan pasar sapi ini berdampak besar pada pada pendapatan Perumda Pasar MGS. Pada situasi normal, penjualan mencapai 1.000 sampai 1.500 ekor sapi setiap satu kali pasaran. Namun, semenjak pandemi Covid-19 melanda, ditambah lagi mulai adanya kasus PMK, dalam sekali pasaran penjualan hanya mencapai 600-700 ekor. Sedangkan penutupan yang hampir dua bulan belakangan praktis membuat pendapatan nihil. *asa

Komentar