Tag: Lawar Plek
GIANYAR, NusaBali.com – Tak hanya menyajikan cita rasa khas Bali lewat menu lawar plek, Warung Makan Dede (WMD) di Banjar Lebah, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, juga sukses mencuri perhatian masyarakat lewat kiprah uniknya di bidang seni budaya. Pada tahun 2025, WMD mencatat sejarah sebagai warung kuliner yang mampu menyelenggarakan lomba Ogoh-Ogoh mini dan Tapel Ogoh yang meriah, melibatkan peserta lintas kabupaten.
DENPASAR, NusaBali - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali melaporkan 50 kasus suspect Meningitis Streptococcus Suis (MSS) atau meningitis babi pada periode Januari-Mei 2023. Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom MKes mengatakan total empat orang meninggal akibat penyakit infeksi otak tersebut.
Akan dibentuk tim koordinasi penanggulangan penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia dan penyakit infeksi baru) tingkat provinsi dan kabupaten / kota.
DENPASAR, NusaBali.com – Beberapa hari terakhir, satu keluarga yang berasal dari Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, diduga terinfeksi penyakit Meningitis Streptococcus Suis (MSS), diduga hal itu terjadi usai mengonsumsi 'lawar plek' yang diolah sendiri.
DENPASAR, NusaBali.com – Mengonsumsi daging mentah sudah menjadi bagian dari budaya di beberapa negara. Di Bali, olahan daging mentah dapat ditemui pada hidangan tradisional seperti beberapa jenis lawar yakni lawar plek dan lawar merah dengan darah mentah.
GIANYAR, NusaBali.com - Salah satu dari 3 pasien yang diduga terinfeksi Meningitis Streptococcus Suis (MSS) setelah menyantap lawar plek, dikabarkan meninggal dunia.
Topik Pilihan
-
Denpasar 08 Dec 2025 Truk Sampah Mengular Menuju TPA
-
-
-
-
-
-
Tabanan 06 Dec 2025 ‘Rush to Paradise’: Menuju Surga Kehancuran?
-
-
Berita Foto
Roadshow Kebudayaan 2025 di Bali
Gotong Royong Tak Perlu Momen
'Museum' Bekas Pratima di Besakih
Ajang Promosi Produk UMKM
Nusa Ning Nusa
Imbal Balik Petani Sawah Berkeadilan
LANSING JS (2006) dalam bukunya berjudul ‘Perfect Order: Recognizing Complexity in Bali’, menghargai petani sawah basah di Bali memiliki makna yang sangat penting secara sosial dan ekonomi, terutama dalam konteks keberlanjutan budaya, lingkungan, dan ketahanan pangan daerah.