nusabali

Warga Lempari Batu Motor Pelaku

Gagal Mencuri, Maling Kabur Tancap Gas

  • www.nusabali.com-warga-lempari-batu-motor-pelaku

Dalam situasi sulit ekonomi karena terdampak pandemi Covid-19, orang baik sekalipun bisa saja berbuat nekat.

GIANYAR, NusaBali
Warga Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar, menggagalkan aksi percobaan pencurian, Minggu (1/8) pagi. Seorang pencuri rokok di sebuah warung, belum diketahui identitasnya nyaris diamuk massa, sebelum akhirnya tancap gas untuk kabur. Warga hanya dapat melempari motor pelaku dengan batu, hingga dek depan rusak dan nopol motor lepas.

Informasi dihimpun, mulanya pemilik sebuah warung di desa itu, I Wayan Gingsir, seperti biasa membuka warungnya. Namun karena sepi pembeli, Wayan Gingsir meninggalkan sebentar warungnya untuk mengerjakan sesuatu di garasi, masih dekat warung. Saat berada di garasi itu, ada seseorang mengenakan jaket, helm, dan masker. Orang ini diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax dengan menepi di warung tersebut. 

Saat itu, Wayan Gingsir mendengar orang tersebut berkata 'blanjoo' (mau belanja,Red). Mendengar itu, dia segere beranjak dari garasi menuju warung. Namun ternyata, bukannya menunggu pedagang datang, seseorang yang belum diketahui identitasnya itu nekat masuk ke dalam warung. Diduga, satu slop rokok sudah berhasil dicuri. 

Wayan Gingsir yang melihat kejadian tersebut langsung memergoki dan sempat mengamankan kunci sepeda motor terduga pelaku yang masih nyantol. "Tyang (saya) bilang ke dia, maling kamu ya? Orang itu bilang, ten ten (bukan,bukan,Red)," jelas Wayan Gingsir yang akrab disapa Nang Wis ini. 

Setelah percakapan singkat itu, terduga pelaku berusaha kabur dengan sepeda motornya. Namun sampai di depan warung, satu slop rokok yang dicuri jatuh. Terduga pelaku juga berusaha merebut kunci sepeda motornya yang diambil oleh Nang Wis, sehingga sempat terjadi keributan. "Kuncinya berhasil dia rebut, lalu tancap gas dan kabur," jelasnya. 

Saksi lain, Wayan Asta mendengar keributan tersebut. Apalagi setelah warga ramai-ramai teriak maling. "Ada satu warga kami ambil pecahan batu bata, lempar ke sepeda motor pelaku. Kena bagian depan, sampai dek dan nopol motornya jatuh. Nopol itu kami amankan, tapi pelakunya berhasil kabur," jelas Wayan Asta. 

Atas kejadian ini, warga menjadi was-was. Terlebih dalam situasi sulit ekonomi karena terdampak pandemi Covid-19, orang baik sekalipun bisa saja berbuat nekat. "Was-was jadinya kalau punya warung dalam situasi begini," ungkap warga.

Pasca kejadian, personel Polsek Ubud sudah melakukan olah TKP. Kapolsek Ubud AKP I Made Tama mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan. Dia berjanji akan memberikan keterangan setelah pelakunya bisa terungkap. "Nanti ya," ujarnya singkat.7nvi

Komentar