nusabali

Isi Kursi PAW, Wijaya Dilantik Jadi Anggota DPRD Jembrana

  • www.nusabali.com-isi-kursi-paw-wijaya-dilantik-jadi-anggota-dprd-jembrana

NEGARA, NusaBali
Kader PDIP, I Ketut Wijaya, resmi dilantik sebagai pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD Jembrana dengan sisa masa jabatan 2021-2024 dalam Rapat Paripurna DPRD Jembrana di Gedung DPRD Jembrana, Selasa (22/6).

Wijaya dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, menggantikan anggota Fraksi PDIP DPRD Jembrana dari Dapil 1 Jembrana (Kecamatan Negara), I Ketut Suasana yang meninggal dunia pada, Sabtu 20 Februari 2021 lalu.

Hadir dalam pelantikan PAW di Gedung DPRD Jembrana kemarin Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD Jembrana dan para Kepala OPD Pemkab Jembrana.

Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi usai rapat paripurna mengatakan pelantikan ini dilakukan setelah DPRD Jembrana menerima Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Bali terkait pengangkatan I Ketut Wijaya sebagai PAW DPRD Jembrana pada 15 Juni lalu. Atas dasar SK tersebut, DPRD Jembrana menindaklanjutinya dengan mengagendakan rapat paripurna terkait pelantikan PAW yang telah digelar, Selasa kemarin.

“Kita berharap segera menyesuaikan diri. Dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam kelembagaan,” ucap Sri Sutharmi yang juga Sekretaris DPC PDIP Jembrana ini.

Sementara Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dalam rapat paripurna kemarin, berharap DPRD dan stakeholder terkait dapat bekerjasama dan terus menjaga suasana kondusif dalam pelaksanaan pembangunan di daerah demi kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Jembrana. “Selaku Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang baru, kami telah menyusun blue print atau perencanaan yang matang untuk kita laksanakan ke depan. Kita harapkan dukungan bersama,” ujar Bupati asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara ini.

Untuk diketahui, I Ketut Wijaya yang merupakan politisi asal Banjar Banyubiru, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, merupakan caleg peraih suara tertinggi di antara 5 caleg dari PDIP yang gagal lolos di Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Negara dalam Pileg 2019 lalu. Di kancah politik, Wijaya termasuk salah satu kader lama di PDIP. Pria kelahiran 12 Oktober 1973 ini sudah bergabung di PDIP (semasih bernama PDI) sejak tahun 1992 lalu. Saat Pileg 2009, Wijaya pun sempat maju sebagai calon anggota DPRD Jembrana. Namun saat Pileg 2009, semasih Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana digabung menjadi satu Dapil, dirinya gagal lolos dengan meraih sekitar 600 suara.

Setelah gagal lolos Pileg 2009 itu, Wijaya tidak ikut dalam Pileg 2014 karena dipercaya menjadi Ketua Lembaga Pemberdayaan (LPM) Desa Kaliakah periode 2014-2019. Begitu memasuki Pileg 2019, dirinya pun kembali ikut bertarung memperebutkan kursi DPRD Jembrana di Dapil Kecamatan Negara, dan menempati ranking ke-6 di antara 10 caleg PDIP. *ode

Komentar