nusabali

Tentara Bantu Usir Bojog di Pura Batukau

Bikin Resah, Rusak Palinggih hingga Sarana Upakara

  • www.nusabali.com-tentara-bantu-usir-bojog-di-pura-batukau

TABANAN, NusaBali
Anggota TNI dari Resimen Induk Kodam IX/Udayana atau Rindam IX/Udayana terjun membantu krama Desa Adat Wongaya Gede, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan mengusir kawanan bojog alias kera (Wenara) di Pura Luhur Batukau pada Saniscara Umanis Pujut, Sabtu (15/5).

Hal tersebut dilakukan sesuai laporan dari Bendesa Adat setempat bahwa kera tersebut mulai merusak bangunan palinggih dan sarana upakara para pamedek yang tangkil ke Pura Luhur Batukau.

Aksi usir kera ini dipimpin langsung Komandan Rindam IX/Udayana, Kolonel Inf Joao Xavier Barreto Nunes SE dan Komandan Secaba Letkol Inf Ruben Ratu Riki. Pengusiran dilakukan dengan cara menakut-nakuti menggunakan senjata laras panjang berpeluru hampa. Kegiatan ini digelar sejak pagi kemarin hingga berakhir pukul 12.00 Wita.

Bendesa Adat Wongaya Gede, I Ketut Sucipta saat dihubungi mengatakan kawanan wenara (kera) tersebut sudah mengganggu sejak setahun terakhir ke kahyangan Pura Luhur Batukau. Namun aksi para wenara itu semakin ganas dan parah mengganggu sejak dua (2) bulan lalu. Mereka tidak hanya merusak bangunan palinggih, terutama di bagian atap, tetapi juga mengambil sarana upakara yang dihaturkan para pamedek.

"Parahnya ini sejak dua bulan lalu, sudah meresahkan seperti hama," ujar Ketut Sucipta. Menurutnya penyebab kawanan kera ini mengganggu ke Pura Batukau bukan karena kekurangan makanan di tengah hutan. Sebab hasil pantauan di sekitaran hutan, banyak pohon pisang yang sudah berbuah, namun tidak dimakan. "Karena sudah kebiasaan memakan roti ataupun buah sesajen pamedek yang rasanya lebih enak, jadinya mereka terus ke khayangan," imbuhnya.

Padahal menurut Sucipta untuk mengendalikan gangguan bojog alias wenara tersebut secara niskala sudah dilakukan 11 kali pecaruan yang dipimpin langsung Ida Kabayan Pura Batukau yang bertujuan mengembalikan wenara tersebut ke tengah hutan. Namun hingga kini gangguan kera tersebut masih saja terjadi. "Yang menganggu sampai masuk Pura itu jumlahnya ada ratusan, karena ada pemimpinnya ini, tiga ekor kera yang perawakannya besar," ungkap Ketut Sucipta.

Dengan kondisi itulah dari Desa Adat Wongaya Gede kemudian berkoordinasi ke Pemkab Tabanan untuk membantu mengendalikan kawanan kera tersebut. Sehingga ada bantuan pengusiran dari anggota Rindam IX/Udayana. "Bantuan usir kera ini akan dilakukan berkelanjutan dari anggota Rindam, minimal sebulan sekali," katanya. Dia menambahkan kawanan kera tersebut biasanya mengganggu pada saat Ida Kabayan membunyikan genta atau ketika pamedek banyak tangkil. Beruntungnya kawanan wenara ini belum sampai mengganggu hingga ke rumah-rumah penduduk. "Begitu ada suara genta, mereka pasti datang, semacam punya insting, mereka akan datang dengan jumlah banyak," terangnya.

Terpisah Dan Rindam IX/Udayana, Kolonel Inf Joao Xavier Barreto Nunes SE menerangkan anggota yang diturunkan untuk mengusir kawanan kera tersebut sebanyak 22 anggota. Anggota dibagi menjadi dua tim, tim pertama sebanyak 15 orang mengusir kera sampai ke tengah hutan atau berjarak sekitar 1 kilometer dari Pura Batukau, sementara tim kedua stan by di Pura Luhur Batukau.

"Kami bantu warga karena ada laporan bahwa kawanan kera ini meresahkan. Bahkan sampai mengambil sesajen pamedek yang hendak dihaturkan," tegasnya. Menurut dia, bantuan untuk krama Wongaya Gede ini akan dilakukan berkelanjutan. Begitu ada koordinasi anggota langsung diturunkan ke lokasi dengan jumlah yang lebih terbatas. "Kami mengusir kawanan kera ini hanya menakuti-nakuti saja dengan senjata laras panjang dengan tujuan agar kera kembali ke hutan tidak menganggu," imbuh Kolonel Inf Joao Xavier Barreto Nunes.

Sementara Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Rindam IX/Udayana. "Kegiatan juga dihadiri oleh pejabat di Pemkab Tabanan, di kecamatan, maupun Polri," ujarnya. Dikatakannya, kegiatan pengusiran kera ini menggunakan senjata laras panjang dengan peluru hampa. Di mana sebelumnya kawanan kera yang ada di areal hutan Pura Batukau mulai merusak pelinggih terutama bagian atap, serta sarana upakara. "Senjata laras panjang yang dibawa anggota Rindam untuk menakut-nakuti saja agar kawanan kera tidak mengganggu lagi," imbuh Iptu Subagia.

Dia menambahkan, sebelum kegiatan dimulai, dilakukan rapat koordinasi. Kemudian dilanjutkan dengan membagi anggota menjadi dua tim yang dipimpin oleh Danrindam IX/Udayana dan Dansecaba Rindam IX/Udayana. "Usir kera dilakukan di seputaran areal hutan Batukau sejak pagi hari dan kegiatan berakhir pukul 12.00 Wita," kata Iptu Subagia. *des

Komentar