nusabali

Program Rantang Tresna Tabanan Sasar ODGJ dan Lansia

  • www.nusabali.com-program-rantang-tresna-tabanan-sasar-odgj-dan-lansia

TABANAN, NusaBali
Pemkab Tabanan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tabanan membuat program Rantang Tresna.

Program ini serangkaian pelaksanaan program sosial berupa penyerahan bantuan kepada penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) di Tabanan.

Sebagai awal, program Rantang Tresna menyasar tiga lokasi di Kecamatan Tabanan. Penyerahan bantuan pertama langsung dilakukan Ketua K3S Kabupaten Tabanan Ny Rai Wahyuni di Banjar Tonja. Desa Gubug, Kecamatan Tabanan. Di banjar ini, Ny Rai Wahyuni menyambangi penderitaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) Ni Ketut Seniadi. Dilanjutkan, mengunjungi ODGJ Ni Ketut Sekarini di Dusun Curah, Desa Gubug, Tabanan. Kunjungan terakhir di UPTD Pelayanan Sosial Kata Hati di Banjar Wanasara Kelod, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.

Setiap ODGJ dan lansia yang dikunjungi diberikan bantuan berupa sembako dan difasilitasi dengan KTP, KK dan KIS. Mereka juga diberikan pelayanan Home Visit, Home Care dan Care Giver. Disamping memberikan bantuan, inti dari kegiatan ini adalah bertujuan untuk memberikan edukasi rehabilitasi sosial yang berbasis keluarga dan masyarakat.

Ny Rai Wahyuni Sanjaya berharap bantuan ini bermanfaat bagi semua penerima. “Meskipun tidak seberapa, Saya harap bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat terutama ODGJ dan Lansia, karena mereka juga adalah warga masyarakat Tabanan yang perlu mendapat perhatian lebih dari Pemerintah dan bukan deskriminasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tabanan Nyoman Gede Gunawan mengatakan bantuan diberikan kepada 12 orang ODGJ dan 8 orang lansia, di tempat berbeda. 8 orang lansia dan 10 ODGJ di UPTD Pelayanan Sosial Kata Hati dan 2 ODGJ di Desa Gubug.  "Selain memberikan bantuan, program ini juga sebagai langkah melakukan pembinaan dan edukasi kepada lansia dan ODGJ," jelasnya.

Menurutnya, program Rantang Tresna merupakan pengembangan dari program inovasi Kopi Kental (komunitas peduli kesehatan mental). “Kegiatan ini ada empat yakni membantu memfasilitasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar, yakni KK, KTP dan KIS, kedua Home Visit, kemudian Home Care dan terakhir Care Giver,” bebernya.

Gunawan menegaskan dalam program Rantang Tresna ini bukan hanya memberi bantuan, namun juga memberikan rehabilitasi dan edukasi. “Mudah-mudahan dengan kepedulian kami hari ini, bisa memberikan sesuatu yang luar biasa bagi masyarakat, khususnya ODGJ dan lansia terlantar,” imbuhnya. *des

Komentar