nusabali

Investasi Non Pariwisata Diarahkan ke Bali

Dampingi Luhut, Koster Singgung Ekonomi Bali Sempat Minus 12%

  • www.nusabali.com-investasi-non-pariwisata-diarahkan-ke-bali

Luhut Pandjaitan minta Kementerian Kelautan dan Perikanan investasi ke Jembrana, yang punya potensi ikan dan udang

MANGUPURA, NusaBali

Ibarat menaruh telur dalam satu keranjang, berbahaya pula jika ekonomi Bali hanya mengandalkan pariwisata. Maka, sebagai salah solusi, nantinya investasi non pariwisata akan digenjot ke Bali, sehingga pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 cepat tercapai.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, saat jumpa pers dalam Forum Investment Rethinking and Reinventing Bali Post Covid-19 (memikirkan ulang dan menata kembali investasi di Bali pasca pandemi Covid-19), di Hotel Soffitel, ITDC Nusa Dua, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Jumat (26/3) siang. Dalam jumpa pers tersebut, Luhut Panjaitan didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, dan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Luhut Panjaitan menegaskan, Bali tidak cukup hanya mengandalkan turis (pariwisata) saja, jika ingin tetap kuat ekonominya. Maka, investasi non pariwisata perlu dibawa ke Bali. "Jangan hanya turis saja. Harus ada sektor lain, misalnya, kelautan, pertanian, industri, dan lainnya masuk ke Bali," ujar Luhut.

Luhut pun meminta agar potensi Bali digerakkan. Dalam hal ini, pemerintah pusat akan memberikan dukungan. "Misalnya, Kabupaten Jembrana punya potensi ikan dan udang, ya Menteri Kelautan dan Perikanan harus masuk, mesti ada investasi ke daerah ini. Atau, hidupkan industri dan sektor lainnya, jangan turis saja," tandas Jenderal TNI Purnawirawan yang juga tokoh Golkar ini.

Menurut Luhut, pihaknya telah koordinasi dengan lembaga terkait supaya dukung pemulihan ekonomi Bali dan nasional. Caranya, dengan memberikan kemudahan bagi pengusaha, terutama mereka yang tidak pernah dapat bantuan pemerintah secara langsung dalam bentuk stimulus. Misalnya, tidak memasukkan catatan hitam dalam perbankan bagi pengusaha yang kreditnya macet.

"Saya sudah ngomong dengan direktur bank-bank pemerintah, supaya ada kemudahan bagi pengusaha. Artinya, kredit macet akibat Covid-19, bukan karena bermasalah," tegas Luhut.

Sedangkan untuk pemulihan pariwisata Bali, kata Luhut, saat ini masih diupayakan menciptakan Bali yang benar-benar aman dari penularan Covid-19. Polanya, dengan menggenjot vaksinasi dan menekan angka positif Covid-19. Untuk itu, pemerintah menargetkan penduduk Bali bisa mendapatkan vaksinisasi secara maksimal.  "Dengan penduduk Bali 4,3 juta, paling tidak 3 juta atau 70 persen-nya harus divaksinsi. Paling tidak Mei 2021 ini sudah tembus 3 juta penduduk Bali divaksinasi," katanya.

Terkait dibukanya pariwisata Bali untuk turis asing, menurut Luhut, saat ini belum bisa dilakukan. "Nah itu lagi jalan dan terus kita matangkan. Seperti saya katakan kalau Bali sudah benar-benar aman, baru kita buka. Besok (hari ini) kita rapat lagi untuk membahasnya," papar Luhut.

"Kita akan cek dan kaji, negara mana saja yang boleh datang ke sini. Tentunya dengan standar keamanan dan kesehatan yang memadai mereka. Negara mereka mesti bebas Covid-19 atau negara zona hijau. Mereka juga sudah divaksin. Kalau belum aman, kita tidak buka tergesa-gesa. Jangan kayak India, dibuka terburu-buru, tiba-tiba naik angka Covid-19 sampai 30 persen," lanjut lulusan Akademi Militer tahun 1970 ini.

Sementara itu, Gubernur Wayan Koster mengatakan pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi Bali terkontraksi sampai minus 12 persen pada Triwulan III dan Triwulan IV Tahun 2020. Secara kasat mata, ekonomi Bali sudah berhenti total dalam setahun terakhir pandemi. Masalahnya, ekonomi masyarakat Bali mengandalkan sektor pariwisata.

Menurut Gubernur Koster, di masa pandemi Covid-19, semua negara melarang warganya keluar negeri. "Karena kebijakan negara melarang warga negaranya bepergian dan kebijakan pemerintah pusat juga memberlakukan hal yang sama, pariwisata Bali kena dampak. Perekonomian Bali 45 persen tergantung dari pariwisata," tandas Koster.

Untuk itu, kata Koster, pemulihan ekonomi Bali harus dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, pariwisata Bali harus pulih, dengan upaya pencegahan penularan Covid-19. "Baru stelah itu bisa pemulihan pariwisata Bali," jelas Gubernur yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini.

Koster membeberkan, saat ini angka penularan Covid-19 belum melandai. Untuk itu, harus dilakukan upaya maksimal. "Selain ada penerapan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) secara mikro, vaksinasi juga harus segera dipercepat. Tidak ada jalan lain, Bali harus tuntas vaksinisasinya," katanya.

Menurut Koster, pihaknya menargetkan 3 juta penduduk Bali atau 70 persen dari total 4,5 juta penduduk divaksinasi. "Pemerintah pusat menyiapkan vaksinasi 1,5 juta penduduk pada Mei 2021. Kemudian, Juni 2021 paling tidak sudah 3 juta penduduk Bali divaksin. Saat ini, baru 350.000 penduduk Bali divaksin. Kalau 3 juta sudah divaksin, ya Bali saya rasa memiliki herd immunity dan aman dikunjungi," beber politisi senior asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng yang sempat tiga periode duduk di Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP Dapil Bali ini. *nat

Komentar