nusabali

Dapat Dukungan Sesepuh Desa, Kaum Pemuda, dan Budayawan Sunda

I Wayan Sarjana, Krama Bali Perantauan yang Maju Tarung Pilkades Ciherang, Kecamatan Dramaga, Bogor

  • www.nusabali.com-dapat-dukungan-sesepuh-desa-kaum-pemuda-dan-budayawan-sunda

Usung visi misi ‘Desa Ciherang Hebat dan Berkarakter’, Wayan Sarjana siap terapkan pelayanan berbasis digital untuk mengurus surat menyurat, juga akan membangun UMKM dan Koperasi di setiap RW

JAKARTA, NusaBali
Ada yang berbeda dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 20 Desember 2020 nanti. Pasalnya, dari 5 kandidat yang bertarung, salah satunya adalah I Wayan Sarjana, 45, krama Bali perantauan asal Banjar Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng. Wayan Sarjana tarung berebut kursi kepala desa dengan bermodal dukungan para sesepuh desa, kalangan pemuda, dan budayawan Sunda

Wayan Sarjana yang ikut tarung Pilkades Ciherang saat ini tinggal di RW 11 Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Bogor bersama istri dan lima anaknya. Dia merantau ke Bogor sejak awal era reformasi 1998, untuk membuka usaha ikan hias serta pertanian hidroponik dan aquaponik di Desa Ciherang.

Nama Wayan Sarjana cukup dikenal, karena pria kelahiran Singaraja, Buleleng, 5 April 1975 ini aktif di organisasi, dengan sederet jabatan. Wayan Sarjana, antara lain, menjadi Koordinator Seni Budaya PK KNPI Kecamatan Dramaga, Bogor (2015-2021), Koordinator Seni Budaya Kerukunan Warga Bogor (2017-2023), dan Koordinator Seni Budaya Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (2014-2020).

Dalam Pilkades Ciherang, 20 Desember 2020 nanti, Sarjana akan bertarung melawan 4 kandidat lainnya. “Saat pengambilan formulir, sebetulnya ada 7 orang yang berpartisipasi. Namun, akhirnya hanya 5 orang yang mengembalikan formulir dan resmi nyalon di Pilkades. Saya satu-satunya dari Bali," ungkap Sarjana saat dihubungi NusaBali di kediamannya di Desa Ciherang, Senin (26/10).

Menurut Sarjana, dirinya ikut maju tarung memperebutkan jabatan Kades Siherang periode 2021-2027, sebagai upaya pengabdian untuk memajukan desanya. Kebetulan, Sarjana mendapat dorongan kuat dari masyarakat setempat untuk ikut tarung Pilkades. “Mereka yang meminta saya maju tarung, mulai dari kalangan pemuda hingga sesepuh desa,” kenang Sarjana.

Permintaan untuk maju tarung ke Pilkades Ciherang, kata Sarjana, sebetulnya sudah sejak lama. Tapi, Sarjana belum bisa memenuhi harapan masyarakat, karena anak-anaknya masih kecil. Kini, lima anak Sarjana dari pernikahannya dengan Sukistah sudah besar-besar, sehingga dia bisa penuhi dorongan masyarakat. Si sulung Ni Putu Ayu Eka Sundari bahkan telah lulus kuliah.

Bermodalkan dukungan dari sesepuh desa, kalangan muda, dan sejumlah budayawan Sunda, Sarjana maju tarung ke Pilkades Ciherang 2020. Pria dengan pendidikan formal terakhir di SMA Kebangsaan Jakarta ini pun aktif mensosialisasikan diri ke masyarakat desa, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sarjana menyebutkan, di Desa Ciherang ada 13 RW. Sarjana sendiri tinggal di RW 11. Masyarakat di RW 11 telah mengenalnya, sehingga Sarjana lebih intens turun ke RW-RW lainnya. "Saya datangi mereka (warga di 12 RW, Red) untuk minta restu, sekaligus menyampaikan visi misi saya membawa ‘Desa Ciherang Hebat dan Berkarakter’," papar anak sulung dari 7 bersaudara pasangan Ketut Mangkun dan Nyoman Sudani ini.

Dalam visi misi ‘Desa Ciherang Hebat dan Berkarakter’ yang diusungnya, Sarjana akan menerapkan pelayanan yang berbasis digital untuk mengurus surat menyurat, seperti membuat loket antrean di desa dengan menggunakan aplikasi. Untuk pembuatan aplikasi, Sarjana akan meminta bantuan dari mahasiswa IPB Bogor.

Program Hebat lainnya dari Sarjana adalah membangun UMKM dan Koperasi di setiap RW. Pasalnya, selama ini tidak ada kegiatan bersifat kemasyarakatan dan ekonomi. Dengan adanya Koperasi, nantinya dapat membantu masyarakat atau pelaku UMKM yang memerlukan modal tambahan. Masyarakat tidak perlu lagi pinjam ke bank keliling yang bunganya besar.

Sarjana juga memperhatikan kebudayaan setempat agar hebat. Berhubung Sarjana tinggal di Tatar Sunda, dia pun ingin masyarakat Desa Ciherang berbasis kepada budaya dan kearifan lokal Tatar Sunda, ketimbang mengadopsi budaya luar.

Sedangkan mengenai Berkarakter dalam visi misinya, Sarjana mengatakan sebagai orang seni, dirinya ingin bangunan di jalan desa atau gang-gang memiliki ciri khas Sunda. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pembangunan gapura. Berbekal visi misinya itu, Sarjana siap bersaing dengan 4 kandidat lainnya dalam Pilkades Ciherang nanti.

Sarjana pun telah mengubungi kedua orangtuanya di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng untuk meminta restu. Sarjana optimistis bisa terpilih jadi Kades Ciherang periofde 2021-2027. "Jika saya menang, ini bisa jadi catatan sejarah karena belum ada orang dari Bali jadi kepala desa di sini," sergah Sarjana.

Berdasarkan hasil Pilkades 2014 lalu, jumlah pemilih di Desa Ciherang mencapai 12.000. Sarjana memprediksi pemilih dalam Pilkades 2020 jumlahnya sudah membengkak jadi 13.000 orang. “Saya setidaknya harus 6.000-7.000 suara untuk bisa menang Pilkades Ciherang,” jelas ayah dari Ni Putu Ayu Eka Sundari (lulus S1), I Made Bagus Tri Suyadnya (masih kuliah S1), I Komang Chitta Tri Suyadnya (masih SMA), Ni Ketut Dhara Catur Suryani (masih SMA), dan I Putu Ekam Panca Sukasadha (siswa SD) ini. *k22

Komentar