nusabali

ISI Denpasar Diskusi Pengembangan Kriya di Era Pandemi

  • www.nusabali.com-isi-denpasar-diskusi-pengembangan-kriya-di-era-pandemi

DENPASAR, NusaBali
Sivitas akademika Institut Seni Indonesia Denpasar mendiskusikan berbagai strategi pengembangan kriya di era pandemi COVID-19 sebagai salah satu upaya untuk menyemangati para perajin agar terus berkarya.

"Memang tidak bisa dipungkiri bahwa di tengah pandemi ini daya beli masyarakat menurun, termasuk untuk membeli produk kriya atau kerajinan," kata akademisi ISI Denpasar Dr Drs I Wayan Mudra, MSn saat menjadi pemateri dalam Webinar Nasional bertajuk "Strategi Pengembangan Kriya Pada Era Pandemi COVID-19", di Denpasar, Sabtu (31/11).

Dalam seminar yang diinisiasi oleh Program Studi Kriya ISI FSRD ISI Denpasar itu juga menghadirkan pemateri Dr Djuli Djati Prambudi, MSn dari Universitas Negeri Surabaya dan Dr Husen Hendriyana MDes dari ISBI Bandung. Kriya, lanjut Mudra, memang tidak bisa dipisahkan dengan seni murni dan desain. Di saat pandemi COVID-19 seperti ini, masih ada sejumlah perajin yang tetap bisa eksis mempertahankan nilai-nilai tradisinya karena pasar ekspornya tidak terlalu berpengaruh seperti halnya ukiran Jepara dari Jawa Tengah.

"Namun, di sisi lain, ada yang berkarya dengan bertahan pada nilai-nilai tradisi dan berinovasi sesuai dengan kebutuhan saat ini, seperti halnya kain batik yang juga dijadikan masker," ucapnya pada acara seminar dengan para peserta dari berbagai kampus seni di Indonesia dan juga pelaku UMKM itu.

Di tengah pandemi yang mengakibatkan pembatasan aktivitas fisik, tambah Mudra, produk kriya pun bisa di-branding dan dipasarkan melalui berbagai kanal media sosial dan hal ini terbukti cukup efektif. "Untuk menjaring keinginan 'user', kita dapat memanfaatkan berbagai 'market place' yang ada seperti Tokopedia, Shopee, Lazada dan sebagainya," ujar Mudra.

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar Dr Anak Agung Gde Bagus Udayana SSn, MSi saat membuka acara juga berpandangan bahwa seniman memang harus bangkit dan pantang menyerah di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini dan sekaligus dalam era Revolusi Industri 4.0

"Melalui seminar ini kami berharap tercipta ide dan hal baru terkait solusi dan perkembangan kriya, di samping kami juga sedang menyusun Kurikulum Kampus Merdeka sehingga ada link and match dengan industri," ujar Udayana. *ant

loading...

Komentar