nusabali

2 Jembatan Putus, Jukung Nelayan Hilang

Hujan Mengguyur Tabanan Dua Hari

  • www.nusabali.com-2-jembatan-putus-jukung-nelayan-hilang

Data sementara bencana di Tabanan akibat hujan deras Sabtu (10/10) lusa, sebanyak 57 titik tersebar di 9 kecamatan.

TABANAN, NusaBali

Hujan mengguyur Kabupaten Tabanan sejak Jumat (9/10) - Sabtu (10/11) siang, menimbulkan bencana di Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur. Terdata ada 4 titik kejadian hingga menimbulkan kerugian sekitar Rp 1,2 miliar.

Pertama, bencana menghancurkan bangunan di Pantai Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur. Bangunan tersebut rencananya dijadikan tempat penunjang objek pariwisata dan bangunan nelayan.

Titik kedua, dua buah jembatan penghubung Desa Tegal Mengkeb - Desa Berembeng dan jembatan penghubung Desa Tegal Mengkeb - Desa Serampingan, putus. Selain itu, sebuah jukung milik nelayan kelompok Medori Putih hilang dihanyutkan air deras.

Perbekel Desa Tegal Mengkeb Dewa Made Widarma menjelaskan sejumlah bencana di Tegal Mengkeb terjadi hari yang sama. Bangunan nelayan ukuran 3 meter x 6 meter dan bangunan penunjang pariwisata ukuran 4 meter x 8 meter, ambruk karena terjangan luapan air Sungai Yeh Matan. “Saking derasnya luapan air mengakibatkan bangunan ini ambruk. Padahal belum rampung, masih proses pengerjaan,” tegasnya.

Kata Widarma, bangunan nelayan dan penunjang pariwisata yang rencananya dijadikan bar tersebut bantuan dari sebuah yayasan untuk Desa Tegal Mengkeb. “Bangunan ini dirancang dua tingkat. Bawahnya untuk nelayan, atasnya untuk penunjang pariwisata,” katanya.

Selain itu, akibat hujan deras dan luapan sungai, 2 jembatan penghubung Desa Tegal Mengkeb ke Desa Serampingan dan ke Desa Berembeng ambruk. Masing-masing jembatan yang ambruk sepanjang 6 meter dengan lebar 4 meter. Ambruknya jembatan ini tidak sampai membuat Desa Tegal Mengkeb terisolasi. Karena sudah ada jalan alternatif ke Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur. “Kami tidak sampai terisolasi, tapi jembatan ini harus segera dibenahi karena berfungsi vital untuk membawa hasil pertanian,” tegas Made Widarma.

Diakuinya, pada hari yang sama bencana juga sebabkan senderan jembatan antara Banjar Bongan dan Banjar Alas Jebol Desa Tegal Mengkeb longsor. Bahkan turut pula sebuah jukung nelayan hilang akibat air deras. “Satu  Jukung yang hilang milik nelayan kelompok Medori Putih,” tegasnya.

Akibat bencana tersebut kerugian yang ditimbulkan di Tegal Mengkeb mencapai Rp 1,2 miliar. Kondisi ini pun sudah dilaporkan ke BPBD Tabanan untuk segera ditindaklanjuti. “Kami sudah laporkan bencana kepada pimpinan termasuk ke BPBD Tabanan,” tandasnya.

Selain merusak fasilitas umum, bencana alam juga merusak fasilitas pendidikan. Terdata ada 3 sekolah tembok penyengkernya ambruk.

Adapun tiga sekolah yang terimbas adalah SDN 1 Geluntung, Kecamatan Marga, SDN 1 Meliling, Kecamatan Kerambitan dan TK Negeri Pembina di Kecamatan Tabanan. “Yang rusak hanya tembok penyengker, tidak sampai merusak gedung sekolah” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Nyoman Putera.

Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita menegaskan, data sementara bencana di Tabanan akibat hujan deras Sabtu (10/10) lusa, sebanyak 57 titik tersebar di 9 kecamatan. Hanya Kecamatan Baturiti yang nihil bencana sesuai hasil koordinasi di kecamatan. “Total sudah 57 bencana yang terjadi dalam sehari itu, mulai tanah longsor, banjir, bangunan ambruk dan jembatan putus,” jelasnya.

Hanya saja nilai kerugian akibat bencana alam ini masih dihitung karena sedang proses pendataan. ‘’Kami masih hitung dulu dan rekap, siapa tahu ada lagi tambahan laporan. Setelah itu baru disimpulkan,” imbuh Sucita.

Terkait kondisi warga perumahan yang terdampak banjir di Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan tengah fokus melakukan pembersihan. Warga yang sebelumnya mengungsi sekitar 24 KK sudah kembali kerumah. “Sekarang warga masih pembersihan dan mengajak untuk gotong royong membersihkan rumpun didalam sungai agar jalannya air lancar. Tidak ada untuk pengerukan sungai, hanya gotong royong membersihkan rumpun yang mengganggu,” tandasnya. *des

loading...

Komentar