nusabali

Polsek Tejakula Amankan Remaja Trek-trekan

  • www.nusabali.com-polsek-tejakula-amankan-remaja-trek-trekan

Penindakan ini dilakukan setelah polisi kerap menerima keluhan warga terhadap aksi balapan liar di malam hari.

SINGARAJA, NusaBali

Aksi balap liar yang dilakoni Anak Baru Gede (ABG) di wilayah Buleleng masih marak terjadi. Baru-baru ini segerombolan remaja asal Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng kerap melakukan aksi trek-trekan di Jalan Raya Singaraja-Amlapura. Alhasil mereka diamankan aparat kepolisian Polsek Tejakula lantaran aksi ini cukup meresahkan warga.

Kapolsek Tejakula AKP Nyoman Adika mengatakan, polisi berhasil mengamankan tiga orang remaja yang disinyalir akan melakukan aksi trek-trekan pada Kamis (10/9) malam sekitar pukul 23.30 Wita. Mereka diamankan berserta barang bukti sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar. "Mereka kami amankan saat bersiap aksi trek-trekan di Jalan Raya Singaraja-Amlapura tepatnya di depan Kantor Camat Tejakula," kata Nyoman Andika, Jumat (11/9).

Ia mengatakan, penindakan ini dilakukan setelah polisi kerap menerima keluhan warga terhadap aksi balapan liar di malam hari. Lantaran aksi mereka, masyarakat menjadi resah karena mengganggu pengendara motor yang saat melintas di jalur provinsi tersebut. Selain itu, suara bising yang keluar dari knalpot mereka kerap mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat di malam hari.

Sebagian besar remaja yang melakukan aksi trek-trekan tersebut masih berstatus pelajar dan di bawah umur. Mereka juga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Kemudian motor-motor yang digunakan juga tidak dilengkapi dengan surat kendaraan dan dalam kondisi dipreteli. Saat ini tiga motor yang biasa digunakan trek-trekan milik mereka sudah ditahan oleh pihak kepolisian.

Sedangkan tiga anak remaja yang melakukan aksi balapan sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. "Pada saat itu juga kami langsung berikan mereka pembinaan," singkat Mantan Wakapolsek Kota Singaraja ini yang enggan membeberkan nama-nama anak remaja yang melakukan aksi balap liar tersebut.

AKP Adika menegaskan, untuk mencegah maraknya aksi trek-trekan di tengah pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi tanggung jawab dari aparat penegak hukum. Melainkan juga orangtua dengan memberikan perhatian dengan melakukan pengawasan pengawasan terhadap anaknya. Pasalnya, aksi trek-trekan di jalan raya tak hanya membahayakan pengguna jalan lainnya, namun juga membahayakan diri anak itu sendiri.*cr75

Komentar