nusabali

17 Layangan Merah-Putih Berkibar

Libatkan 20 Anggota Komunitas Rareangon Marekedat

  • www.nusabali.com-17-layangan-merah-putih-berkibar

MANGUPURA, NusaBali.com
Tepat pukul 11.00 Wita, Senin (17/8), sebanyak 17 layangan celepuk bernuansa merah-putih kreasi Komunitas Rareangon Marekedat akhirnya berkibar menghiasi langit Banjar Tegeha, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Tercatat, sebanyak 20 personel komunitas layangan asal Banjar Tegeha ini terlibat dalam pengibaran ketujuh belas layangan pada detik-detik kemerdekaan ini.

“Mengingat kemerdekaan Indonesia yang ke-75, di sini saya mengambil tema layangan celepuk. Saya ambil kainnya merah putih sesuai dengan tema kemerdekaan Indonesia,” ujar I Nyoman Mudita sebagai penggagas layangan merah-putih Komunitas Rareangon Marekedat. 

Sebelumnya, 17 layang-layang ini telah mulai digarap pada awal bulan Agustus lalu, yang telah memasuki tahap finishing pada Sabtu (8/8). Layangan-layangan ini memiliki bentuk celepuk atau burung hantu yang populer belakangan ini, yang terdapat dalam berbagai ukuran, mulai dari ukuran 1,7 meter hingga yang terbesar, yakni 3 meter. 


Selain bercorak merah putih, layangan-layangan ini juga berisikan angka 75 yang merupakan usia kemerdekaan saat ini. Selain itu, ada juga layangan dengan wajah Soekarno yang terlukis di layangannya. Beberapa dari layangan-layangan ini juga pada bagian benang layangan diselipi bendera, sehingga tampak bendera kecil berkibar tepat sedikit di bawah layangan.

Diterbangkannya layangan-layangan ini mengambil tepat di areal sawah yang membentang di kawasan Banjar Tegeha. Di area ini, para rareangon bisa menerbangkan layangan di situasi tanah yang lapang sehingga antara satu layangan dengan yang lain tidak saling membelit. “Kita ambil di sini karena di sini tempatnya memungkinkan dan tidak dengan kabel, dengan jalan raya, makanya kita ambil di sawah ini,” lanjut pemuda berusia 28 tahun ini. 

Didukung dengan situasi angin yang bagus dan cuaca yang cerah, ketujuh belas layangan merah putih ini sukses mengudara disaksikan oleh para warga sekitar. Direncanakan, layangan ini akan tetap mengudara selama momen kemerdekaan pada 17 Agustus. “Sekarang kalau anginnya mendukung, kita full sampai malam bisa, atau sampai sore jam 6 kita full naiknya,” terang Nyoman Mudita. 


Selain 17 layangan merah-putih milik Komunias Rareangon Marekedat, langit Banjar Tegeha juga dihiasi oleh layang-layang merah putih milik penduduk sekitar yang diterbangkan dari lokasinya masing-masing. Menurut Mudita, layangan dengan tema merah putih menjadi populer. Bahkan, paling tidak setengah dari anak-anak Banjar Tegeha memiliki layangan dengan tema merah putih tersebut.*cr74

Komentar