nusabali

10 Penyandang Disabilitas Dapatkan Pelatihan Desain Komputer

  • www.nusabali.com-10-penyandang-disabilitas-dapatkan-pelatihan-desain-komputer

DENPASAR, NusaBali
Ditengah situasi pandemi Covid-19, Yayasan Bunga Bali membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Komputer Desain Dalam Merancang Produk Kriya bagi disabilitas.

Pelatihan diselenggarakan di yayasan yang berlokasi di Jalan Prof Dr Ida Bagus Mantra Nomor 111, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Senin (3/8).
 
Dalam mengadakan pelatihan ini, Yayasan Bunga Bali berkolaborasi dengan Program Studi Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sebagai instruktur bagi para penyandang disabilitas yang mendapatkan pelatihan ini. Diungkapkan oleh I Nyoman Dana selaku pendiri Yayasan Bunga Bali, pelatihan ini diberikan agar para penyandang disabilitas memiliki keterampilan dan lebih mandiri.

“Tujuan kami tidak lain adalah, supaya dengan keterbatasan yang mereka miliki, mereka tidak lagi berpikir bahwa mereka tidak bisa apa-apa. Itulah yang diberdayakan sehingga mereka mampu untuk mandiri. Kalau sudah mandiri, minimal mereka mengurangi ketergantungan kepada orang lain,” ujarnya.

Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga bulan, yang akan diisi dengan tatap muka dengan instruktur selama dua minggu, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi magang selama tiga bulan untuk membuat karya-karya desain. “Setelah mereka mampu membuat karya selama tiga bulan itu, kita memberi waktu selama setahun. Dalam setahun itu, kita lepas mereka harus sudah mampu mandiri, meski misalkan dari sepuluh produk yang dihasilkan hanya menjual satu,” lanjut I Nyoman Dana.

Terbatasnya peserta yang mengikuti pelatihan ini tak lepas dari situasi Covid-19 yang masih belum memungkinkan untuk menampung lebih banyak peserta. Untuk kelas tatap muka pun, dilakukan dengan pembagian jadwal yang terbagi dalam dua sesi, yakni lima peserta pada sesi pelatihan pagi, dan lima peserta lainnya pada sesi sore.

Bentuk pelatihan yang akan didapatkan oleh para peserta berfokus pada keterampilan desain komputer, di mana para peserta akan diajarkan langkah demi langkah dalam merancang suatu desain produk yang memiliki nilai jual. “Program yang akan kami perkenalkan di sini yaitu Corel Draw dan Autocad. Nanti akan diberikan juga dasar-dasar perancangan desain, step by step,” tambah Prof Dr Drs I Made Gede Arimbawa MSn selaku Ketua Tim Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ISI Denpasar menambahkan.

Adanya pelatihan desain komputer ini juga dinilai relevan dengan situasi pasar desain saat ini. Kepala Program Studi Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar, Dr Drs I Wayan Suardana MSn berharap agar melalui pelatihan ini akan lahir desain-desain baru yang sesuai dengan selera masyarakat.

“Pelatihan ini sangat tepat dilakukan berkaitan dengan produk kriya yang ada di masyarakat. Pelatihan komputerisasi produk kriya saat ini sangat relevan dengan situasi kekriyaan yang ada di masyarakat Bali maupun di Indonesia, karena selama ini produk kriya mengalami keterpurukan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya desain-desain baru yang inovatif dengan selera masyarakat yang selalu berkembang,” tandasnya.

Sementara itu, jika dilihat dari sisi peserta, maka peserta kegiatan pelatihan ini boleh jadi memiliki animo yang tinggi. Meski hanya berjumlah sepuluh orang, namun para peserta ini datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain peserta dari Bali, ada juga peserta yang jauh-jauh datang dari Palembang, Medan, Riau, dan Lombok. “Kami semangat untuk mengejar impian, kerja, berdiri sendiri, sukses di tanah orang,” ungkap Bella Safira, salah satu peserta pelatihan asal Palembang. *cr74

Komentar