nusabali

PD Pasar Didorong Lebih Intens Mengurai Pedagang Pasar

  • www.nusabali.com-pd-pasar-didorong-lebih-intens-mengurai-pedagang-pasar

Sebanyak 25 pedagang canang masih berjualan di Jalan Diponegoro diminta masuk areal Pasar Anyar.

SINGARAJA, NusaBali
Pemerintah Kabupaten Buleleng telah melakukan penguraian terhadap para pedagang yang ada di sejumlah pasar besar di Buleleng sejak akhir Juni lalu. Setelah dilakukan pemantauan, terdapat sejumlah pedagang yang belum menempati posisi yang sudah ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar.

Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa mengajak PD Pasar Buleleng lebih intens dalam melakukan penguraian pedagang di pasar tradisional. Khususnya pasar besar di Buleleng, yang saat ini terkonsentrasi pada Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar di Kota Singaraja. Hal tersebut diungkapkan dalam rapat bersama yang digelar Jumat, (10/7). Rapat ini juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Ni Made Rousmini, serta beberapa SKPD terkait.

Menurut Suyasa, penguraian pedagang sudah dilakukan dan berjalan dengan baik oleh PD Pasar. Ratusan pedagang yang semula berjualan di bawah yakni di trotoar dan badan jalan sudah kembali menempati lapak mereka di lantai dua. Puluhan pedagang ikan segar yang sebelumnya belum tertampung di dalam Pasar Anyar kini sudah berjualan di sebelah utara kantor Unit Pasar Anyar tepatnya di badan Jalan Sawo sesuai kesepakatan bersama.

Namun, ia mengungkapkan masih ada sejumlah pedagang di Pasar Anyar yang belum dapat diselesaikan. Yakni para pedagang canang yang jumlahnya mencapai 25 dan berjualan di sepanjang Jalan Diponegoro. "Sekarang kita akan tertibkan. Tidak ada lagi pedagang canang yang berjualan di sepanjang Jalan Diponegoro. Seluruhnya untuk masuk di areal Pasar Anyar agar kondisi di area pasar lebih tertib," ungkap pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng ini.

Terkait dengan rencana pemindahan para pedagang canang tersebut, PD Pasar telah memiliki dua alternatif tempat. Alternatif pertama para pedagang akan dipindahkan ke lahan Eks Bank Perniagaan Umum (Timur Telkom) dan alternatif kedua dipindahkan ke sisi barat Jalan Durian bagian utara. "Mudah-mudahan para pedang ini seluruhnya bisa diurai agar tidak ada klaster pasar yang menjadi tempat penularan baru Covid-19 di Buleleng," tutur Suyasa.

Mantan Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng ini juga menambahkan, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali yang telah ditetapkan terkait dengan jarak antar pedagang di pasar yakni berjarak 1-2 meter. Jarak ini diberikan sebagai upaya dalam mencegah penularan Covid-19 saat melakukan transaksi di pasar. "Teknisnya bisa disesuaikan di lapangan. Kalau memungkinkan ya 2 meter. Kalau tidak, cukup 1 meter atau 1,5 meter," katanya.

Ditambahkannya, posko pemantauan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di pintu masuk pasar juga sudah dipersiapkan. Satgas yang bertugas di posko pemantauan tersebut akan disesuaikan dengan jumlah gate pasar. "Masing-masing gate ada 4 atau 6 orang. Untuk SK Satgas-nya dari Kabupaten sudah difinalisasi. Nantinya akan berlaku untuk yang bertugas memantau pasar yang dikelola oleh PD pasar ataupun pasar tradisional yang dikelola desa," jelasnya.

Terkait arahan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang meminta para pedagang dilengkapi dengan face shield, pihaknya tengah memproses pengadaan APD tersebut. "Saat ini kami masih menghitung jumlah pedagang. Untuk pengadaannya akan disesuaikan dengan jumlah pedagang yang ada di pasar, termasuk juga yang ada di pasar-pasar tradisional yang ada di desa. Di pasar besar saja jumlahnya 5.000-an pedagang," ujar Suyasa.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana mengatakan, khusus untuk di Pasar Anyar, pada Sabtu lalu bertepatan dengan Rahina Saraswati pihaknya sudah memulai melaksanakan penguraian terhadap para pedagang dan seluruhnya berjalan tertib. "Kami akan terus melakukan sosialisasi. Semoga dapat dipatuhi dan dimengerti apa yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Buleleng," pungkasnya.*cr75

loading...

Komentar